Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Profil Jusuf Hamka, Pengusaha Muslim Tionghoa yang Jadi Ketua PBNU

Setelah dilantik jadi Ketua PBNU, Jusuf Hamka mengaku telah mendapatkan tugas khusus dari Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 05 Februari 2022  |  03:00 WIB
Profil Jusuf Hamka, Pengusaha Muslim Tionghoa yang Jadi Ketua PBNU
Jusuf Hamka / Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - H Mohammad Jusuf Hamka atau yang memiliki sapaan akrab Babah Alun merupakan seorang pengusaha Muslim-Tionghoa yang telah dikukuhkan menjadi salah satu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2022-2027.

Pada agenda pengukuhan yang digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (31/1/2022), Jusuf Hamka mengaku telah mendapatkan tugas khusus dari Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf untuk terus berdakwah dan mengharumkan nama Islam yang toleran dan rahmatan lil alamin.

“Saya mendapat kehormatan dengan diberi wejangan dan nasihat dari Gus Yahya Staquf dan pesan beliau supaya saya tetap berdakwah dengan senantiasa mengharumkan nama Islam. Islam yang toleran dan rahmatan lil alamin. Semoga saya tetap amanah, insya Allah berkah semua, mohon doa restunya,” ungkap Babah Alun, dikutip laman NU Online, Kamis (3/2/2022).

Profil Jusuf Hamka

Pria yang berprofesi sebagai pengusaha itu lahir di Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada 5 Desember 1957 dengan nama Alun Joseph. Dia mendapatkan nama Jusuf Hamka saat dirinya memeluk Islam pada 1981. Nama belakangnya didapat dari tokoh Muslim Indonesia Buya Hamka.

Dia menjadi mualaf tanpa penolakan keluarga karena tumbuh dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga Tionghoa yang cukup terpelajar. Orang tua Jusuf pun tergolong moderat. Ayahnya, Joseph Suhaimi (Jauw To Tjiang) merupakan seorang dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Jakarta. Sementara ibunya, Suwanti Suhaimi (Siaw Po Swan) adalah seorang guru. Jusuf kemudian menunaikan ibadah haji pada 1984.

Jusuf menghabiskan masa kecilnya di daerah Pasar Baru, Jakarta Pusat. Ketika itu, dia menjadi pedagang asongan untuk menambah uang jajan.

Segala jenis makanan, mulai es mambo hingga kacang-kacangan yang dibungkus plastik, pernah dijual di sekitar Masjid Istiqlal.

Dari kegiatannya itu, dia mempunyai banyak teman yang beragama Islam. Dia sempat penasaran dengan teman-temannya yang selalu diperintahkan untuk menjalankan salat lima waktu.

Kemudian, secara perlahan Jusuf mulai bertanya tentang arti salat dan mencari lebih dalam seluk-beluk Islam.

Sejak menjadi mualaf yang dituntun oleh Buya Hamka dalam pembacaan ikrar dua kalimat syahadat, Jusuf berkomitmen untuk menjalankan dakwah Islam dengan caranya sendiri, yakni dengan cara menjadi pengusaha.

Kini, dia telah menjadi orang yang sukses dengan menduduki jabatan di banyak perusahaan terkemuka di negeri ini. Di antaranya menjabat Komisaris Utama PT Mandara Permai, Komisaris Independen PT Indomobil Sukses Internasional Tbk, Komisaris PT Indosiar Visual Mandiri, Komisaris PT Citra Margatama Surabaya, dan Komisaris PT Mitra Kaltim Resources Indonesia.

Pada 2018, Babah Alun membangun Masjid Babah Alun Desari dengan bentuk bangunan khas Tionghoa di pinggir jalan tol Depok-Antasari (Desari), Cilandak, Jakarta Selatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pbnu jusuf hamka nahdlatul ulama
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top