Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mahfud: 7 Bulan Kerja, Satgas BLBI Rampas Aset Rp15,11 Triliun

Nilai aset yang disita Satgas BLBI Rp15,11 triliun setara dengan 14 persen dari total hak tagih negara terhadap obligor dan debitur BLBI yang totalnya mencapai Rp110 triliun.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 20 Januari 2022  |  14:24 WIB
Menko Polhukam Mohammad Mahfud MD. - Antara
Menko Polhukam Mohammad Mahfud MD. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) berhasil mengumpulkan Rp15,11 triliun dari para obligor dan debitur BLBI selama kurang lebih tujuh bulan bekerja.

"Kita sudah 7 bulan kerja sekarang, kita sudah berhasil mengumpulkan uang, menagih, dan merampas (aset BLBI) kalau nilainya diuangkan Rp15,11 triliun. Kalau dirata-ratakan setiap bulan ya Rp2 triliun," kata Menko Polhukam Mahfud MD, Kamis (20/1/2022).

Mahfud menyebut jumlah tersebut setara dengan 14 persen dari total hak tagih negara terhadap obligor dan debitur BLBI, yang totalnya mencapai Rp110 triliun.

"Ini sudah 14 persen dari seluruh yang di daftar itu," ujar Mahfud.

Dia juga menegaskan akan terus mengejar, obligor dan debitur BLBI yang masih belum memenuhi tanggung jawabnya. Satgas BLBI memiliki waktu hingga 2023 untuk mengejar piutang negara sejumlah Rp110 triliun.

"Satgas BLBI akan terus melakukan upaya berkelanjutan untuk memastikan pengembalian hak tagih negara melalui serangkaian upaya seperti pemblokiran, penyitaan, dan penjualan aset-aset debitur/obligor yang selama ini telah menikmati dana BLBI, termasuk melakukan penguatan dengan mendorong penyelesaian pembahasan regulasi terkait (RUU Kepailitan dan PKPU serta RPP PUPN)," kata Mahfud.

Sementara itu, Mahfud mengungkapkan Satgas BLBI kembali menyita aset milik Grup Texmaco. Aset yang disita berupa 159 bidang tanah yang tersebar di sejumlah kota. Total nilai aset yang disita itu mencapai Rp1,9 triliun.

"Total luas tanah 1,9 juta meter persegi. Ini dilakukan dan dihimpun dari dan terhadap 159 bidang tanah dengan perkiraan aset yang disita Rp1,9 triliun," jelasnya.

Mahfud mengatakan tanah tersebut berlokasi di 6 wilayah, yakni di Tangerang, Semarang, Kabupaten Karawang, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Batang.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mahfud md kasus blbi blbi Satgas BLBI
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top