Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Ungkap Banyak Negara Kaget dengan Kasus Covid-19 RI, Kenapa?

Jokowi mengungkapkan kunci utama keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia yang membuat banyak negara kaget.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 17 Januari 2022  |  20:49 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (8/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (8/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila berupa gotong royong seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan merupakan kunci utama keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Jokowi mengatakan implementasi Pancasila terlihat nyata selama masa pandemi Covid-19. Hal ini dibuktikan dari banyaknya masyarakat yang saling membantu satu sama lainnya.

“Saya lihat betul implementasi dari Pancasila itu ada, masih kuat sekali kegotongroyongan kita. Itu yang tidak dimiliki oleh negara lain. Banyak yang kaget kenapa Indonesia bisa tahu-tahu turun dari 56.000 (kasus harian) ke hanya angka-angka 100-an. Ya kuncinya di situ, semuanya bergerak, pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, organisasi-organisasi rakyat, perangkat kita yang sampai ke bawah, semuanya,” kata Jokowi saat berpidato pada Dies Natalis ke-67 Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) di Pusat Pembelajaran Arntz-Geise (PPAG) Unpar, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Senin (17/1/2022).

Tak hanya itu, semangat gotong royong juga terlihat hingga ke masyarakat yang saling bantu dalam menghadapi pandemi.

“Kita memiliki yang namanya gotong royong, Pancasila kita ada di situ. Negara besar tidak memiliki, mereka tidak mempunyai bahwa rakyat di desa, rakyat di RT, rakyat kita di RW mau memberikan rumahnya untuk isolasi, untuk karantina. Yang berpunya mau memberikan sembako kepada yang baru kesusahan karena pandemi,” ujarnya.

Jokowi pun bersyukur bahwa kasus Covid-19 pada pertengahan Juli 2021 berhasil ditangani dengan baik. Hal ini dikarenakan, lonjakan kasus yang signifikan hingga mencapai 56.000 membuat fasilitas rumah sakit penuh.

“Kasus harian saat itu saya ingat 56.000 dan patut kita bersyukur hari ini, kemarin berada di angka 855. Dari 56.000, kemarin di 855. Itupun sudah naik, yang sebelumnya kita sudah berada di angka 100, 200,” katanya.

Menurutnya, banyak negara yang kaget Indonesia berhasil menurunkan kasus harian dari 56.000 ke angka ratusan kasus Covid-19.

Dalam menghadapi pandemi, pemerintah juga terus mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi. Total dosis vaksinasi Covid-19 secara nasional telah mencapai 297,5 juta dosis dan saat ini 30 provinsi telah mencapai target vaksinasi di atas 70 persen.

Presiden Jokowi menegaskan, capaian tersebut bukanlah sesuatu yang mudah terutama mengingat tantangan geografis yang dimiliki oleh Indonesia.

“Menyuntikkan 297 juta kali ke 17.000 pulau, 514 kabupaten dan kota, 34 provinsi, bukan barang yang mudah. Ada yang harus naik perahu, ada harus naik sepeda motor untuk naik ke gunung, bukan barang yang mudah," ungkap Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menyampaikan apresiasi TNI dan Polri yang memberikan dukungan penuh dalam rangka vaksinasi Covid-19. Dia mengatakan capaian vaksinasi Indonesia berhasil naik peringkat ke urutan 4 dunia setelah China, Brasil dan Amerika Serikat.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Virus Corona Covid-19 omicron
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top