Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fakta dan Efikasi 5 Vaksin Covid-19 yang Disetujui BPOM untuk Booster

Kepala BPOM Penny Lukito menyampaikan ada lima vaksin yang telah mendapat izin penggunaan darurat (EUA) dari BPOM sebagai booster.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 10 Januari 2022  |  12:28 WIB
Vaksin Moderna - Kemenkes RI
Vaksin Moderna - Kemenkes RI

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito menyampaikan ada lima vaksin yang telah mendapat izin penggunaan darurat (EUA) dari BPOM sebagai booster.

“Pertama adalah Coronavac Covid-19 dari Biofarma untuk booster homolog yang akan diberikan sebanyak satu dosis setelah 6 bulan dari vaksinasi primer dosis lengkap untuk usia 18 tahun keatas, ujarnya dalam konferensi pers, Senin (10/1/2022).

Kemudian, vaksin Pfizer sebagai booster monolog yang akan diberikan satu dosis setelah 6 bulan pemberian vaksin primer lengkap untuk usia 18 tahun keatas.

Selanjutnya, vaksin AztraZeneca sebagai booster monolog dengan satu dosis kepada subjek dewasa atau 18 tahun keatas.

Lalu, vaksin Moderna untuk monolog dan heterolog booster dengan setengah dosis, kata Penny.

Kelima adalah vaksin Zifivax sebagai booster heterolog dengan primer Sinovac dan Sinopharm di mana meningkatkan antibodi atau imun hingga lebih dari 30 kali.

Berikut fakta dan efikasi kelima vaksin Covid-19 untuk booster di RI:

CoronaVac

CoronaVac adalah sebuah vaksin inaktivasi terhadap Covid-19 yang menstimulasi sistem kekebalan tubuh tanpa risiko menyebabkan penyakit.

Setelah vaksin inaktivasi ini bersentuhan dengan sistem kekebalan tubuh, produksi antibodi terstimulasi, sehingga tubuh siap memberikan respons terhadap infeksi dengan SARS-CoV-2 hidup. Vaksin ini mengandung ajuvan (aluminium hidroksida), untuk memperkuat respons sistem kekebalan.

Vaksin Moderna

Vaksin Covid-19 Moderna adalah sebuah vaksin berbasis RNA duta (messenger RNA/mRNA) untuk Covid-19. Sel inang menerima instruksi dari mRNA untuk memproduksi protein S-antigen unik SARS-CoV-2, sehingga tubuh dapat menghasilkan respons kekebalan dan menyimpan informasi itu di dalam sel imun memori.

Efikasi menurut uji-uji klinis pada peserta yang menerima dosis lengkap vaksin ini (dua dosis) dan memiliki status awal SARS-CoV-2 negatif adalah sekitar 94 persen dengan median masa pengamatan sembilan minggu.

Semua data yang dikaji mendukung kesimpulan bahwa manfaat yang diketahui dan potensial dari vaksin m-RNA-1273 lebih besar dibandingkan risiko diketahui dan potensialnya.

Vaksin Pfizer

Comirnaty adalah sebuah vaksin berbasis RNA duta (messenger RNA/mRNA) untuk Covid-19 yang diproduksi perusahaan farmasi Pfizer. mRNA menginstruksikan sel untuk memproduksi protein S-antigen (bagian dari protein paku (spike)) yang unik untuk SARS-CoV-2 untuk menstimulasi respons kekebalan.

Dalam uji-uji klinis, efikasi pada peserta dengan atau tanpa bukti infeksi SARS-CoV-2 sebelumnya dan yang menerima dosis lengkap vaksin ini (dua dosis) diperkirakan 95 persen dengan median masa pengamatan dua bulan.

Vaksin AstraZeneca

Vaksin ChAdOx1-S/nCoV-19 adalah vaksin vektor adenovirus non-replikasi untuk Covid-19. Vaksin ini mengekspresikan gen protein paku SARS-CoV-2, yang menginstruksikan sel inang untuk memproduksi protein S-antigen yang unik untuk SARS-CoV-2, sehingga tubuh dapat menghasilkan respons imun dan menyimpan informasi itu di sel imun memori.

Efikasi dalam uji-uji klinis pada peserta yang menerima vaksin ini dengan lengkap (dua dosis) di inggris, Brasil, dan Afrika Selatan tanpa memandang interval dosis adalah 61 persen, dengan median masa pengamatan 80 hari, tetapi cenderung lebih tinggi jika interval ini lebih panjang.

Data tambahan dari analisisanalisis interim atas uji klinis di Amerika Serikat menunjukkan efikasi vaksin 76 persen terhadap infeksi SARS-CoV-2 simtomatik.

Vaksin Zifivax

Vaksin Zifivax merupakan vaksin rekombinan atau sub unit protein. Artinya, platform vaksin ini diambil dari spike glikoprotein atau bagian kecil virus yang akan memicu kekebalan tubuh saat disuntikan ke tubuh manusia. Ini berbeda dengan jenis vaksin Sinovac yang diambil dari virus yang dimatikan/diinaktivasi.

Proses uji klinis fase III vaksin Covid-19 Zifivax yang dilakukan peneliti Universitas Padjadjaran  (Unpad) menghasilkan angka efikasi sebesar 81,51 persen.

Dari hasil efikasi ini, BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat terhadap vaksin yang dikembangkan Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical, China tersebut dikutip dari unpad.ac.id.

Peneliti utama uji klinis fase III vaksin Zifivax Unpad dr. Rodman Tarigan, Sp.A(K), M.Kes., menjelaskan, proses uji klinis tersebut mengikutsertakan 2.000 relawan di Bandung dan 2.000 relawan di Jakarta. Tidak hanya berusia 18-59 tahun, relawan yang ikut juga berasal di kelompok usia 60 tahun ke atas.

“Efikasi untuk orang usia 18-59 tahun sebesar 81,51 persen, sedangkan di atas 60 tahun efikasinya 87,58 persen,” kata Rodman, Jumat (7/10/2021).

Angka efikasi vaksin Zifivax telah melampaui rekomendasi dari WHO, yaitu di atas 50 persen. Selain itu, vaksin ini juga ampuh terhadap varian Covid-19 yang lebih berat, salah satunya varian Delta. Efikasi dari vaksin Zifivax terhadap varian Delta adalah 77,47 persen.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BPOM Covid-19 Vaksin Covid-19 Vaksin Booster
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top