Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Omicron Menyebar, RI Perlu Tingkatkan Pengurutan Genom Deteksi Varian Covid-19

Strategi whole genom sequencing untuk mendeteksi varian Covid-19 yang bersirkulasi di Indonesia disebut masih rendah dibanding negara lain.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Desember 2021  |  19:18 WIB
Tangkapan layar genome sequencing. JIBI - Bisnis/Nancy Junita @genome.goh
Tangkapan layar genome sequencing. JIBI - Bisnis/Nancy Junita @genome.goh

Bisnis.com, JAKARTA - Epidemiolog dari Universitas Indonesia Masdalina Pane mengatakan Indonesia perlu meningkatkan pengurutan genom menyeluruh (whole genom sequencing/WGS) untuk mendeteksi varian Covid-19 yang bersirkulasi di Tanah Air sehingga mempercepat intervensi pengendalian Covid-19 yang tepat sasaran.

"WGS kita sebenarnya dibanding negara-negara lain masih cukup rendah, dan yang kita lakukan adalah WGS pada kasus konfirmasi," kata Masdalina dalam diskusi virtual Membendung Transmisi Omicron, mengutip Antara, Jumat (24/12/2021). 

Masdalina menuturkan WGS seharusnya bukan hanya dilakukan pada kasus konfirmasi karena menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), WGS juga dilakukan pada suspek dan kasus probable.

Selain itu, kuantitas dari pelaksanaan WGS juga harus ditingkatkan untuk sesegera mungkin menemukan varian-varian yang sedang bertransmisi di Indonesia.

Di lain sisi, Masdalina mengapresiasi langkah Pemerintah Indonesia dalam memperketat pengawasan dan pemeriksaan di pintu-pintu masuk negara Indonesia untuk mencegah masuknya varian Omicron ke komunitas.

"Bahkan tes PCR untuk pelaku perjalanan luar negeri dilakukan tiga kali itu kami sangat setuju sekali," ujarnya.

Di samping itu, Masdalina menuturkan hasil analisis sesungguhnya menunjukkan peningkatan kasus pada bulan Januari-Februari 2021 lebih disebabkan karena infeksi varian Delta.

Saat itu, varian Delta sudah masuk di Indonesia pada 7 Januari dan 8 Januari 2021 berdasarkan hasil pengurutan genom (whole genom sequencing) yang dikumpulkan di GISAID, namun pemerintah baru merilis infeksi Covid-19 akibat varian Delta pada Mei 2021.

Itu berarti ada waktu hampir 120 hari dari sejak kasus terdeteksi dengan jarak rilis pemerintah, sehingga Masdalina menilai itu sudah sangat terlambat sekali untuk intervensi pengendalian Covid-19. Pasalnya varian Delta bertransmisi dan sudah menular ke mana-mana. Ini mengakibatkan bom waktu lonjakan kasus Covid-19.

Oleh karenanya, penting sekali melakukan lebih banyak pengurutan genom menyeluruh dari virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 untuk menemukan varian-varian yang sedang beredar di Tanah Air.

Kegiatan surveilans Covid-19 juga harus ditingkatkan, sebagai upaya pemantauan terhadap penyebaran penyakit Covid-19 untuk menemukan pola perkembangan dari penyakit tersebut.

#ingatpesanibu #sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 epidemiolog Adaptasi Kebiasaan Baru Protokol kesehatan

Sumber : Antara

Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top