Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Biden Pertimbangkan Cabut Larangan Masuk Bagi Pelancong dari Afrika Selatan

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan pada Senin bahwa omicron telah menyumbang lebih dari 70 persen kasus baru Covid-19 di AS.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 22 Desember 2021  |  11:08 WIB
Presiden AS Joe Biden dalam pengumuman resmi Dewan Gubernur The Fed di Eisenhower Executive Office Building, Washington, Selasa (22/11/2021) -  Bloomberg / Samuel Corum
Presiden AS Joe Biden dalam pengumuman resmi Dewan Gubernur The Fed di Eisenhower Executive Office Building, Washington, Selasa (22/11/2021) - Bloomberg / Samuel Corum

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Joe Biden tengah mempertimbangkan untuk mencabut larangan kedatangan orang-orang dari Afrika Selatan yang dipercaya sebagai tempat pertama kali munculnya strain baru omicron.

"Saya sedang mempertimbangkan untuk mengubah [kebijakan]. Saya akan berbicara dengan tim saya dalam beberapa hari ke depan," ungkapnya di Gedung Putih pada Selasa seperti dikutip dari Bloomberg pada Rabu (22/12/2021).

Dia mengatakan bahwa penasihat kesehatannya telah menyarankan dia mempertimbangkan kembali larangan tersebut.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan pada Senin (21/12/2021) bahwa omicron telah menyumbang lebih dari 70 persen kasus baru Covid-19 di AS.

Sebelumnya, Pemerintah AS menerapkan larangan masuk pada orang-orang yang datang dari Afrika Selatan dan tujuh negara bagian sekitarnya pada 29 November.

CDC telah meminta maskapai untuk mencatat nama-nama para penumpang yang memiliki riwayat perjalanan ke Amerika Selatan sehingga para otoritas kesehatan lokal dapat melakukan pelacakan.

Kendati pembatasan perjalanan dapat mencegah penyerabaran virus, tetapi tindakan tersebut tidak dapat menghentikan mutasi caraina baru ini.

Saat ditanya tentang komentar Biden, Airlines for America, asosiasi maskapai yang mewakili operator besar mengatakan dalam sebuah pernyataan email bahwa “seperti yang dikatakan pemerintah, pembatasan di negara-negara terkait omicron baru-baru ini dimaksudkan untuk sementara, bukan jangka panjang, dan akan diperbarui saat lebih banyak data tersedia.”

Selain itu, Biden juga tengah mempertimbangkan perubahan rekomendasi isolasi bagi orang yang sudah divaksinasi sehingga mereka dapat kembali bekerja lebih cepat setelah terpapar Covid-19.

Kendati varian omicron diyakini lebih mudah menghindari antibodi manusia, gejala Covid-19 pada orang yang sudah divaksinasi hampir selalu merupakan penyakit ringan dan singkat sehingga memungkinkan isolasi dilakukan kurang dari 10 hari.

"Itu tentu pertimbangan penting yang sedang dibahas saat ini, terutama dalam konteks petugas kesehatan,” terang Anthony Fauci, Kepala Penasihat Medis Presiden, mengatakan kepada CNN

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Joe Biden omicron
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top