Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tommy Soeharto, Asetnya Disita karena Utang BLBI Malah Bangun Lapangan Golf Senilai Rp200 Miliar

Tommy Soeharto sibuk membangun Lapangan Golf New Palm Hill senilai Rp200 miliar menjelang lelang aset PT Timor seluas 124 hektare pada Januari 2022 karena utang BLBI.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Desember 2021  |  11:07 WIB
Tommy Soeharto sedang mengarahkan proses pembangunan awal Lapangan Golf New Palm Hill Eco Green di dekat Circuit Sentul Bogor, Kamis 16 Desember 2021. - Antara
Tommy Soeharto sedang mengarahkan proses pembangunan awal Lapangan Golf New Palm Hill Eco Green di dekat Circuit Sentul Bogor, Kamis 16 Desember 2021. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Pengusaha Tommy Soeharto sibuk membangun Lapangan Golf New Palm Hill Eco Green seluas 87 hektare dan 18 hole senilai Rp200 miliar, menjelang lelang aset PT Timor seluas 124 hektare pada Januari 2022.   

Menurut siaran pers Media Relations New Palm Hill Golf, Thowaf Zuharon, Jumat (17/12/2021), pembangunan Lapangan Golf New Palm Hill Eco Green itu diresmikan oleh Tommy Soeharto (Komisaris Utama PT Boreco) bersama Darma Mangku Luhur Hutomo (putra Tommy Soeharto) serta jajaran Direksi PT Boreco pada hari ini, Jumat (17/12/2021).

Lapangan golf itu  berada di dekat Circuit Sentul yang terletak di Desa Tajur, Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.        

New Palm Hill Golf adalah lapangan golf ke-4 yang dibangun Tommy Soeharto setelah sukses membangun Lapangan Golf New Kuta Bali, Black Rock di Belitung, dan Palm Hill yang terletak di Desa Kadumangu Babakan Madang, Sentul, Bogor.

Dengan konsep eco green dan back to nature, energi listrik untuk lapangan golf itu menggunakan panel surya dan memanfaatkan potensi alam di wilayah PT Boreco, yaitu tenaga angin dan arus air sungai untuk menggerakkan turbin, sehingga bisa menghasilkan listrik yang dibutuhkan, dan kebutuhan air juga mengunakan sistem pompa hidram tanpa listrik.

 Lapangan Golf Eco Green yang digagas oleh Tommy Soeharto itu menyediakan lebih banyak area terbuka dan mengeksplorasi keindahan alam dengan unsur air, batu, dan tumbuhan yang mendominasi lingkungan New Palm Hill.

Fasilitas pendukung lainnya adalah Club House dan Villa Inap yang sangat nyaman bagi para pelaku Golf. 

Khusus untuk sarana pendukung sampai ke lokasi Lapangan Golf New Palm Hil, pihak PT Boreco membangun infrastruktur jalan tembus dari Desa Hambalang sampai Desa Tajur, tembus menuju akses Puncak Dua, Bogor, dimana wilayah kawasan PT Boreco dikelilingi perbukitan dan hutan pinus milik Perhutani.

Selain itu juga dikelilingi lahan perkebunan masyarakat yang memiliki potensi wisata alam karena keindahannya. Pembangunan lapangan golf itu juga menjadi satu upaya dari pengembangan Wisata Alam Bogor Raya Eco Park.

Lapangan Golf New Palm Hill didukung oleh lokasi yang sangat strategis, dikelilingi bukit Hambalang, Gunung Pancar, dan Gunung Gede Pangrango di atas ketinggian 250 meter di atas permukaan laut.

Diperkirakan pembangunan dan penyelenggaraan lapangan Golf New Palm Hill itu bisa menyerap tenaga kerja hingga 500 sampai 1.000 pekerja. Selain itu, pembangunan lapangan golf ini juga menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat di sekitarnya.

Sebelumnya, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Jakarta V segera melelang aset PT Timor Putra Nasional yang telah disita Panitia Urusan Piutang Negara. Perusahaan milik Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto itu adalah debitur penerima Bantuan Likuiditas Bank Indonesia atau BLBI.

Objek yang dilelang adalah barang jaminan milik Tommy Soeharto di PT Timor Putra Nasional, yakni empat bidang tanah yang terletak di Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, berikut barang di atasnya. Nilai limit dari aset tersebut adalah Rp2.425.000.000.000 dan uang jaminan Rp1 triliun.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kasus blbi tommy soeharto

Sumber : Tempo, Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top