Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BNPB Berikan Rp1,5 M untuk Penanganan Banjir di Kalimantan Barat

Banjir belum juga surut di 5 kabupaten di Kalbar, BNPB berikan bantuan Rp1,5 M untuk bantuan masyarakat terdampak.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 November 2021  |  15:50 WIB
Sejumlah warga menaiki perahu melintasi banjir yang merendam permukiman di Desa Lesabela, Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Jumat, 5 Februari 2021. Banjir ini mengakibatkan akses menuju perbatasan terputus/ ANTARA/HO - Andas
Sejumlah warga menaiki perahu melintasi banjir yang merendam permukiman di Desa Lesabela, Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Jumat, 5 Februari 2021. Banjir ini mengakibatkan akses menuju perbatasan terputus/ ANTARA/HO - Andas

Bisnis.com, SOLO - Banjir di Kalimantan Barat tak kunjung surut selama 2 miggu terakhir.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito kemudian menyerahkan bantuan dana senilai Rp 1,5 miliar untuk penanganan banjir di Kalimantan Barat.

Bantuan tersebut dibagi ke 5 kabupaten di Kalimantan Barat dengan rincian: Rp 500 juta untuk penanganan banjir di Kabupaten Sintang, Rp 500 juta untuk Kabupaten Malawi, Rp 250 juta untuk Kabupaten Sekadau, dan Rp 250 juta untuk Kabupaten Sanggau.

“Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala BNPB kepada Kepala Pelaksana (Kalaks) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang dan Kalaks BPBD Kabupaten Malawi,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, pada Rabu, (10/11/2021).

Selain itu, Ganip juga menyampaikan kiat dan strategi yang dapat digunakan untuk mempercepat penanganan banjir di beberapa wilayah Kalimantan Barat.

Menurutnya, perbaikan tata kelola ruang dan perilaku masyarakat agar lebih peduli dan memahami pemanfaatan alam yang berkelanjutan, harus lebih ditekankan lagi.

Ganip mengingatkan bahwa pada November hingga Februari sebagian besar wilayah di Tanah Air mengalami fenomena La Nina. Hal itu dapat memicu terjadinya peningkatan frekuensi dan intensitas curah hujan dari 20 hingga 70 persen.

Adapun dalam upaya penanganan darurat, Kepala BNPB Ganip Warsito mengatakan agar penyelamatan korban menjadi hal yang harus diutamakan baru pemenuhan kebutuhan dasar hidup masyarakat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir bnpb kalimantan barat

Sumber : Tempo

Editor : Restu Wahyuning Asih

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top