Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BNPB Berikan Rp1,5 M untuk Penanganan Banjir di Kalimantan Barat

Banjir belum juga surut di 5 kabupaten di Kalbar, BNPB berikan bantuan Rp1,5 M untuk bantuan masyarakat terdampak.
Sejumlah warga menaiki perahu melintasi banjir yang merendam permukiman di Desa Lesabela, Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Jumat, 5 Februari 2021. Banjir ini mengakibatkan akses menuju perbatasan terputus/ ANTARA/HO/Andas
Sejumlah warga menaiki perahu melintasi banjir yang merendam permukiman di Desa Lesabela, Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Jumat, 5 Februari 2021. Banjir ini mengakibatkan akses menuju perbatasan terputus/ ANTARA/HO/Andas

Bisnis.com, SOLO - Banjir di Kalimantan Barat tak kunjung surut selama 2 miggu terakhir.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito kemudian menyerahkan bantuan dana senilai Rp 1,5 miliar untuk penanganan banjir di Kalimantan Barat.

Bantuan tersebut dibagi ke 5 kabupaten di Kalimantan Barat dengan rincian: Rp 500 juta untuk penanganan banjir di Kabupaten Sintang, Rp 500 juta untuk Kabupaten Malawi, Rp 250 juta untuk Kabupaten Sekadau, dan Rp 250 juta untuk Kabupaten Sanggau.

“Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala BNPB kepada Kepala Pelaksana (Kalaks) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang dan Kalaks BPBD Kabupaten Malawi,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, pada Rabu, (10/11/2021).

Selain itu, Ganip juga menyampaikan kiat dan strategi yang dapat digunakan untuk mempercepat penanganan banjir di beberapa wilayah Kalimantan Barat.

Menurutnya, perbaikan tata kelola ruang dan perilaku masyarakat agar lebih peduli dan memahami pemanfaatan alam yang berkelanjutan, harus lebih ditekankan lagi.

Ganip mengingatkan bahwa pada November hingga Februari sebagian besar wilayah di Tanah Air mengalami fenomena La Nina. Hal itu dapat memicu terjadinya peningkatan frekuensi dan intensitas curah hujan dari 20 hingga 70 persen.

Adapun dalam upaya penanganan darurat, Kepala BNPB Ganip Warsito mengatakan agar penyelamatan korban menjadi hal yang harus diutamakan baru pemenuhan kebutuhan dasar hidup masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Newswire
Sumber : Tempo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper