Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sindir Puan Maharani soal Capres, Fraksi PDIP Hampiri Anggota PKS

PKS menyindir Puan Maharani soal calon presiden gara-gara tidak merespons interupsi saat sidang paripurna hasil uji kelayakan calon Panglima TNi Andika Perkasa.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 November 2021  |  12:27 WIB
Calon Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa memberi salam disaksikan Ketua DPR Puan Maharani (kanan), Wakil Ketua DPR Lodewijk F. Paulus (kedua kanan), Rachmat Gobel (kedua kiri) saat sidang paripurna di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (8/11/2021). DPR menyepakati penetapan Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Panglima TNI setelah melalui uji kepatutan dan kelayakan di Komisi I DPR. ANTARA FOTO - Galih Pradipta
Calon Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa memberi salam disaksikan Ketua DPR Puan Maharani (kanan), Wakil Ketua DPR Lodewijk F. Paulus (kedua kanan), Rachmat Gobel (kedua kiri) saat sidang paripurna di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (8/11/2021). DPR menyepakati penetapan Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Panglima TNI setelah melalui uji kepatutan dan kelayakan di Komisi I DPR. ANTARA FOTO - Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua DPR Puan Maharani menolak interupsi anggota saat menjelang penutupan sidang terkait laporan Komisi I DPR atas hasil uji kelayakan Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI, Senin (8/11/2021). Hal ini berbuntut sindiran soal calon presiden dari PKS.

Saat itu, Puan tengah membacakan ucapan penutupan sidang Paripurna DPR, seorang anggota yang hadir secara langsung di Gedung Nusantara 2, meminta interupsi.

"Interupsi pimpinan, interupsi," kata anggota tersebut.

Namun, Puan seakan tak mendengar perkataan anggota tersebut meski suaranya terdengar hingga tribun samping.

Dia tetap melanjutkan salam penutupan sidang. Anggota itu tetap ngotot mencoba menginterupsi.

Dia menyebut nomor anggotanya, yakni A432. Dari situs DPR, nomor anggota tersebut tercatat bernama Fahmi Alaydroes dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dia pun mengatakan ingin meminta waktu untuk berbicara.

Puan tetap tak merespons dan melanjutkan ucapannya, hingga akhirnya mengetok palu tanda rapat paripurna ditutup.

Anggota DPR Itu pun kemudian menyalak di akhir sidang.

"Gimana mau jadi capres, hak konstitusi kita saja gak dikasih," kata dia.

Ucapan anggota tersebut sempat membuat riuh rendah ruang sidang. Nampak Utut Adiyanto dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan  (PDIP) menghampiri anggota tersebut dan menunjuk-nunjuk dia.

Tak lama keduanya pun pergi dari ruangan sidang. Belum ada kejelasan apa yang akan dikatakan Fahmi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pks capres puan maharani

Sumber : Tempo

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top