Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peta Pilpres 2024 Versi Saiful Mujani, jika Prabowo vs AHY, Airlangga Harus Ikut

Untuk itu, saat ini yang paling potensial berdasarkan elektabilitas apabila peserta pilpres dari partai politik adalah Prabowo dan AHY.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 06 November 2021  |  12:18 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan keterangan di Nara Park, Bandung, Jawa Barat, Jumat (4/6/2021). AHY bertemu Ridwan Kamil dalam rangka safari politik di Jawa Barat. - Bisnis/Dea Andriyawan
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan keterangan di Nara Park, Bandung, Jawa Barat, Jumat (4/6/2021). AHY bertemu Ridwan Kamil dalam rangka safari politik di Jawa Barat. - Bisnis/Dea Andriyawan

Bisnis.com, JAKARTA – Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Saiful Mujani memetakan koalisi Pilpres 2024 jika masing-masing partai politik bisa mengusung kadernya. Untuk saat ini, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memiliki elektabilitas yang cukup tinggi.

“Partai mana yang mau gabung dengan Prabowo atau AHY? Atas dasar bacaan terhadap elite partai, PDIP sudah hampir dipastikan tidak ke AHY. Nasdem kemungkinan tidak ke Prabowo. PDIP dan Nasdem mungkin tak bersama-sama lagi. Nasdem ke AHY? Mungkin. Partai lain? Golkar?” katanya melalui Twitter, Sabtu (6/11/2021).

Saiful menjelaskan bahwa hanya PDIP yang bisa mengusung capres dan cawapres tanpa harus koalisi karena melewati ambang batas presiden. Partai atau bersama koalisi harus mendapat kursi 20 persen di DPR atau 25 persen suara pemilih nasional.

Sedangkan dari semua partai di parlemen, saat ini sudah muncul beberapa nama yang diusung. Mereka adalah Prabowo, AHY, Puan Maharani (PDIP), Airlangga Hartarto (Golkar), dan Muhaimin Iskandar (PKB)

Partai lain belum terlihat ketua atau wakil ketuanya yang sudah mulai kerja untuk calon presiden sosialisasi kepada masyarakat.

Biasanya, papar Saiful, elite partai akan melihat hasil survei untuk mengusung capres-cawapres. Kalau melihat hasil survei kelima petinggi partai itu, sementara ini Prabowo paling atas, diikuti oleh AHY. Sementara Puan, Airlangga, dan Muhaimin jauh di bawah kedua nama itu.

Untuk itu, saat ini yang paling potensial berdasarkan elektabilitas apabila peserta pilpres dari partai politik adalah Prabowo dan AHY.

Saiful menerangkan bahwa Golkar bisa bersama dengan Prabowo maupun AHY. Ini tergantung pada Airlangga dapat posisi capres, cawapres, atau tidak. Selain itu juga berpengaruh siapa yang memiliki peluang lebih baik untuk menang

“Kalau Puan berpasangan dengan Prabowo, maka Golkar mungkin tak ke Prabowo karena target jadi cawapres sudah terisi Puan. Bila kans AHY baik, Airlangga bisa bersama AHY. Prabowo-Puan vs AHY-Airlangga? Dilihat dari kursi mereka di DPR, sudah cukup,” jelasnya.

Sedangkan untuk partai lain, Muhaimin bisa saja dicalonkan. Akan tetapi Saiful melihat belum terlihat tanda-tanda kompetitif.

“Belum terlihat gejala Muhaimin bisa unggul atas Prabowo maupun AHY. Lalu? Tidak ada lagi ketua partai yang bisa diandalkan,” ucapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prabowo subianto airlangga hartarto agus harimurti yudhoyono Pilpres 2024
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top