Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rusia Terus Catatkan Rekor Kematian Akibat Covid-19

Selama dua hari berturut-turut Rusia melaporkan rekor kematian akibat virus Corona atau Covid-19.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 19 Oktober 2021  |  07:59 WIB
Seorang perawat memperlihatkan sebuah kotak dengan vaksin Rusia
Seorang perawat memperlihatkan sebuah kotak dengan vaksin Rusia "Sputnik-V" melawan penyakit Covid-19 disiapkan untuk suntikan dalam tahap uji coba pasca-pendaftaran di sebuah klinik di Moskow, Rusia, Kamis (17/9/2020). - Antara/Reuters\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA--Rusia kembali mencatat rekor baru jumlah kematian harian akibat Covid-19 untuk hari kedua berturut-turut.

Rusia kemarin melaporkan 28.717 kasus covid baru dan 984 kematian yang disebabkan oleh virus tersebut. Angka itu menandai hari kedua berturut-turut dan negara tersebut telah mencatat jumlah kematian harian tertinggi.

Sebanyak 28.190 kasus virus Corona baru dilpaorkan kemarin dengan 973 kematian, menurut data dari satuan tugas virus Corona pemerintah seperti dikutip CNBC.com, Selasa (19/10/2021).

Secara total, Rusia telah mencatat lebih dari 7,8 juta kasus virus dan lebih dari 219.000 kematian.

Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko menyampaikan peringatan tajam tentang krisis kesehatan masyarakat di Rusia dengan mengatakan dalam rapat kabinet bahwa insiden Covid di Rusia telah meningkat 16% selama seminggu terakhir. Sedangkan di beberapa wilayah tingkat pertumbuhannya lebih dari 30 persen .

Rusia memiliki sekitar 255.000 tempat tidur untuk pasien Covid dengan sekitar 235.000 yang ditempati, kata Murashko. Sebanyak 11 persen pasien Covid yang dirawat di rumah sakit Rusia dalam kondisi serius atau kritis “dan hampir semuanya adalah pasien yang belum divaksinasi,” kata Murashko.

Rusia putus asa untuk meningkatkan tingkat vaksinasi di negara itu karena banyak anggota masyarakat enggan disuntik vaksin, terutama vaksin Sputnik V buatan Rusia. Bahkan pemerintah seringkali memberikan insentif termasuk uang, kupon belanja, dan kartu hadiah, dan akses kemudahan ke berbagai fasilitas seperti walk-in imunisasi center. 

Akan tetapi sejauh ini, Kremlin menolak untuk mewajibkan vaksinasi Covid bagi masyarakat luas meskipun ada banyak pekerja di beberapa daerah, dan di beberapa sektor seperti ritel, perawatan kesehatan dan pendidikan, yang harus divaksinasi atau berisiko kehilangan pekerjaan mereka.

Meskipun demikian, angka vaksinasi tetap rendah dengan sekitar 31 persen dari 144 juta penduduk Rusia yang telah divaksinasi penuh, menurut Our World in Data.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rusia Covid-19
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top