Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Buntut Persoalan Kapal Selam, Prancis Tarik Duta Besar untuk AS dan Australia

Prancis belum pernah bertindak sejauh ini terutama terhadap AS, meskipun keduanya kerap berselisih dalam urusan global, termasuk selama Perang Irak pada tahun 2003.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 19 September 2021  |  06:19 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron tersenyum di sela-sela pertemuan para pemimpin Uni Eropa di Brussels, Belgia, Jumat (11/12/2020). - Bloomberg/Thierry Monasse
Presiden Prancis Emmanuel Macron tersenyum di sela-sela pertemuan para pemimpin Uni Eropa di Brussels, Belgia, Jumat (11/12/2020). - Bloomberg/Thierry Monasse

Bisnis.com, JAKARTA – Prancis menarik duta besarnya untuk Amerika Serikat dan Australia menyusul kemarahan atas kesepakatan yang dibuat secara rahasia sehingga Prancis kehilangan kontrak kapal selam bernilai miliaran dolar.

Ini merupakan tindakan paling tegas yang pernah dibuat Prancis terhadap AS, meskipun keduanya kerap berselisih dalam urusan global, termasuk selama Perang Irak pada tahun 2003.

Paris belum pernah bertindak sejauh itu untuk menarik utusannya Washington, menurut diplomat senior Prancis yang menolak untuk berspekulasi berapa lama utusan tersebut akan ditarik.

Hal ini juga menambah ketidakpastian mengenai langkah Prancis selanjutnya agar AS menanggapi tindakannya tersebut. Pejabat Prancis juga telah membatalkan gala di Washington dan Baltimore minggu ini untuk merayakan hubungan Prancis-Amerika.

"Telah terjadi duplikasi, penghinaan dan kebohongan. Anda tidak bisa bermain seperti itu dalam aliansi,” kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian di televisi France 2 pada Sabtu (18/9/2021), seperti dikutip Bloomberg.

Keputusan mengejutkan tersebut dilakukan dua hari setelah Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengumumkan rencana untuk membeli kapal selam bertenaga nuklir dalam pengumuman bersama dengan Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Kemitraan baru AUKUS ini secara efektif membatalkan kesepakatan Australia dengan produsen kapal Prancis Naval Group yang dibuat tahun 2016 untuk memproduksi 12 kapal selam konvensional dalam sebuah proyek yang telah melampaui anggaran.

Le Drian membuat pengumuman penarikan utusan luar negeri tersebut pada Jumat malam. Ia juga mengkritik kesepakatan itu sebagai “perilaku yang tidak dapat diterima antara sekutu dan mitra.

“Konsekuansi atas kesepakatan ini memengaruhi konsepsi yang kita miliki mengenai aliansi kita, kemitraan kita, dan pentingnya Indo-Pasifik bagi Eropa,” ungkap Le Drian.

Dia menambahkan bahwa Prancis tidak perlu menarik duta besar untuk Inggris karena Prancis akrab dengan oportunisme permanen Inggris dan peran Inggris dalam membatalkan kesepakatan kapal selam tidak besar.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS Emily Horne mengatakan bahwa Washington telah melakukan hubungan secara intens mengenai mereka untuk memanggil kembali Duta Besar Etienne ke Paris untuk konsultasi.

“Kami memahami posisi mereka dan akan terus terlibat dalam beberapa hari mendatang untuk menyelesaikan perbedaan kami, seperti yang telah kami lakukan di titik lain selama aliansi panjang kami,” ungkap Horne.

Sementara itu, juru bicara Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Australia menghargai hubungan dengan Prancis, dan bahwa keputusan kontrak yang diumumkan minggu ini dibuat sesuai dengan kepentingan keamanan nasional yang jelas dan telah dikomunikasikan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prancis amerika serikat australia kapal selam

Sumber : Bloomberg

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top