Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

China Beri Sinyal Pengetatan Penegakan Hukum bagi Korporasi

Penegakan hukum akan diperketat mulai dari segmen industri makanan, obat-obatan, big data, hingga kecerdasan buatan.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 12 Agustus 2021  |  13:22 WIB
China Beri Sinyal Pengetatan Penegakan Hukum bagi Korporasi
Ilustrasi - Polisi mengatur lalu lintas di bawah kabut tebal di seberang Kota Terlarang, Beijing - Antara/M. Irfan Ilmie

Bisnis.com, JAKARTA – China memberikan sinyal akan kembali melakukan pengetatan di sejumlah sektor bisnisnya. Hal tersebut terlihat dalam road map 5 tahunan yang dirilis oleh Komite Nasional dan Komite Partai Komunis.

Dalam dokumen tersebut, pemerintah berkomitmen untuk terus aktif melakukan monitoring dan pengawasan di sejumlah sektor bisnis untuk kepentingan keamanan nasional, teknologi, dan monopoli.

Penegakan hukum akan diperketat mulai dari segmen industri makanan, obat-obatan, big data, hingga kecerdasan buatan.

“Kebutuhan masyarakat untuk menikmati hidup yang lebih baik telah memacu syarat baru dan lebih ketat oleh pemerintah. Semuanya harus mengacu pada situasi keseluruhan, prospek jangka panjang, dan mempromosikan aturan baru di era yang baru,” demikian tertulis di dokumen tersebut, dikutip dari Bloomberg, Kamis (12/8/2021).

Seperti diketahui, investor terus mencari jalan keluar dari sejumlah pelarangan yang dibuat pemerintah, termasuk pelarangan untuk mendapatkan profit dari bisnis kursus yang ditaksir memiliki nilai US$100 juta.

China juga sudah merilis Undang-undang Anti Monopoli yang mengakibatkan adanya pemeriksaan ke sejumlah perusahaan teknologi besar misalnya Alibaba Group Holding Ltd. dan Didi Global Inc.

“Kita tidak bisa melihat banyak temuan dari penegakan hukum dari dokumen-dokumen tersebut. Semuanya tergantung dari prioritas pemerintah dari waktu ke waktu,” kata Graham Webster, pemimpun DigiChina di Stanford University Cyber Policy Center.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china antimonopoli alibaba

Sumber : Bloomberg

Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top