Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Megawati Tak Hadiri Peringatan Tragedi Kudatuli, Ini Kata Hasto

PDIP berencana untuk membangun monumen untuk memperingari penyerangan Kantor DPP PDI 27 Juli 1996.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 27 Juli 2021  |  13:10 WIB
Megawati Tak Hadiri Peringatan Tragedi Kudatuli, Ini Kata Hasto
Memperingati peristiwa 27 Juli 1996 yang kerap disebut sebagai Tragedi Kudatuli, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto memimpin jajaran pengurus pusat partai menggelar tabur bunga. - Dok.PDIP
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri tak hadir dalam peringatan Peristiwa 27 Juli 1996 yang kerap disebut sebagai Tragedi Kudatuli di Kantor DPP PDIP.

Kendati demikian, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyampaikan pesan dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Menurutnya sangat penting untuk membangun sebuah batu monumen untuk memperingati peristiwa itu.

"Tadi pagi saya melaporkan kepada Ibu Megawati Soekarnoputri terhadap acara tabur bunga ini, beliau juga mengingatkan bahwa penting bagi kita di tempat ini untuk membangun monumen 27 Juli," kata Hasto dalam keterangan resmi, Selasa (27/7/2021).

Oleh karena itu, pihaknya akan segera meminta berbagai masukan agar Monumen 27 Juli bisa diwujudkan.

"Dan dengan adanya monumen itu, kita juga mengingatkan agar hal tersebut tidak boleh terjadi kembali," kata Hasto.

"Kita doakan para korban peristiwa Kudatuli tersebut. Kita doakan bahwa pengorbanan mereka tidak sia-sia, karena kekuatan demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat  itu terbukti mampu menumbangkan kekuasaan otoriter Soeharto," pungkasnya.

Lebih jauh, Hasto menjelaskan, seluruh anggota dan kader PDIP terus mengingat peristiwa penting tersebut dalam sejarah partai. Dia meminta semua kader merenungi peristiwa tersebut sekaligus terus menyadari bahwa kekuasaan politik yang berasal dari rakyat. Rakyat sebagai cakrawati partai.

"Karena itulah PDI Perjuangan terus menyatu dengan rakyat itu, mengambil keputusan politik berdasarkan kehendak rakyat, bukan kehendak elite. Pendeknya, jati diri partai berasal dari rakyat sendiri, khususnya wong cilik," kata Hasto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pdip pdip megawati soekarnoputri soeharto kudatuli

Sumber : Siaran Pers

Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top