Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inggris Cabut Pengetatan terkait Covid-19 Hari Ini

Keputusan PM Boris Johnson untuk mencabut peraturan pengetatan itu demi memulai kembali ekonomi yang anjlok karena serangkaian penguncian sejak Maret 2020.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 19 Juli 2021  |  06:13 WIB
Inggris Cabut Pengetatan terkait Covid-19 Hari Ini
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson kembali dari Parlemen di London, Inggris, pada Rabu (30/12/2020). - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengakhiri lebih dari satu tahun pengetatan Covid-19 di Inggris pada hari ini, namun mendesak masyarakat untuk tetap berhati-hati meski telah divaksinasi di tengah lonjakan kasus global.

Media lokal menyebut putusan itu sebagai "Hari Kebebasan" dan menyatakan keputusan Johnson untuk mencabut peraturan itu demi memulai kembali ekonomi yang rusak oleh serangkaian penguncian sejak Maret 2020 yang menandai babak baru dalam respons global terhadap virus Corona.

Jika vaksin terbukti efektif dalam mengurangi penyakit parah dan kematian bahkan sekalipun  infeksi mencapai tingkat rekor maka keputusan Johnson dapat menjadi pelajaran  bagi negara lain.

Akan tetapi strategi tersebut memiliki risiko, terutama ketika ada varian yang mampu menolak vaksin muncul, atau beban kasus dapat tumbuh sangat parah sehingga ekonomi terhenti. Karena itulah Johnson mendesak publik untuk mengambil pendekatan yang hati-hati terhadap pembukaan kembali pembatasan.

"Jika kita tidak melakukannya sekarang, kita harus bertanya pada diri sendiri, kapan kita akan melakukannya?", katanya dalam pesan video yang direkam ssperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Senin (19/7/2021).

Dia  mengatakan  bahwa saat ini adalah waktu yang tepat meski harus melakukannya dengan hati-hati. “Kita harus ingat bahwa virus ini sayangnya masih ada di luar sana.”

Inggris memiliki angka kematian tertinggi ketujuh di dunia, yakni 128.708 dan diperkirakan akan segera memiliki lebih banyak infeksi baru setiap hari daripada pada puncak gelombang kedua virus awal tahun ini. Pada hari Minggu kemarin ada 48.161 kasus baru.

Melampaui negara Eropa lainnya, 87 persen dari populasi orang dewasa Inggris telah memiliki satu dosis vaksinasi dan lebih dari 68 persen memiliki dua dosis yang memberikan perlindungan lebih. Sedangkan kematian harian saat ini sekitar 40 orang per hari atau sebagian kecil dari puncak di atas 1.800 yang terlihat pada Januari.

Mulai tengah malam hari ini, undang-undang di Inggris yang mewajibkan masker wajah untuk dikenakan di toko-toko dan tempat-tempat dalam ruangan lainnya akan berakhir sebagaimana halnya batasan kapasitas di bar dan restoran. Demikian juga aturan yang membatasi jumlah orang yang dapat bersosialisasi bersama.

Johnson sebelumnya menetapkan pembatasan Covid-19 untuk Inggris, sedangkan Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara membuat kebijakan mereka sendiri. Tujuannya adalah untuk mempercepat pemulihan ekonomi Inggris setelah mengalami salah satu pukulan terbesar dari pandemi di antara negara-negara maju tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris Virus Corona Boris Johnson Covid-19
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top