Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PKS: Pelemahan KPK Berdampak Buruk pada Perekonomian Indonesia

Anggota PKS Farouk Abdullah Alwyni mengungkapkan ada 3 alasan pelemahan KPK berdampak buruk pada perekonomian Indonesia
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 11 Juni 2021  |  09:47 WIB
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memberikan keterangan pers seusai Pelantikan Pegawai di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (1/6/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memberikan keterangan pers seusai Pelantikan Pegawai di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (1/6/2021). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Departemen Ekonomi & Pembangunan, Bidang Ekonomi, Keuangan dan Investasi DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Farouk Abdullah Alwyni menyebut pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan berdampak pada perkembangan ekonomi di Indonesia.

Menurutnya, ada tiga hal yang perlu diperhatikan dari kasus pelemahan KPK dengan pemecatan 75 anggotanya.

“Pertama, polemik ini muncul di saat korupsi menggerogoti APBN kita. Kedua, kisruh KPK cukup kuat disorot komunitas bisnis internasional. Ketiga, muncul ketidakpastian hukum yang berpotensi membuat investor domestik pada gilirannya memilih menanamkan modalnya ke luar negeri,” kata Farouk Alwyni dalam keterangan tertulis, Jumat (11/6/2021).

Farouk menilai dari ketiga hal tersebut akan berpengaruh kepada penanaman investasi yang akan dilakukan oleh para investor luar negeri. Sebab, para investor akan berpikir dua kali untuk menanamkan saham atau modalnya di Indonesia jika kasus korupsi terus meningkat.

Jika kisruh KPK terus berlarut, ungkapnya, bukan tidak mungkin para investor mengasosiasikan Indonesia sebagai high cost economy dan membatalkan seluruh kemungkinan mereka menanamkan modalnya di dalam negeri.

"Hal ini bertentangan dengan keinginan pebisnis yang mengutamakan efisiensi biaya,” kata kata mantan Direktur Bank Muamalat tersebut.

Selain itu, dia menilai para investor lokal bisa saja pergi untuk menanam saham diluar negeri dengan kisruh yang sedang dialami oleh KPK pada saat ini.

Dia mengatakan investor asing dan investor domestik sama-sama pentingnya. Keduanya sama-sama merupakan unsur pembentuk modal. Pada tahun 2020, realisasi penanaman modal asing dan domestik masing-masing mencapai Rp412,8 triliun dan Rp413,5 triliun.

"Artinya, selain menarik yang asing, pemerintah juga perlu memastikan yang domestik bertahan,” ujarnya. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK korupsi pks Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top