Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dewas Paparkan 3 Alasan Pemecatan Penyidik KPK Robin Pattuju

Penyidik Robin terbukti bersalah melakukan pelanggaran kode etik karenaberhubungan dengan pihak yang sedang ditangani KPK.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Mei 2021  |  12:59 WIB
Mantan pimpinan KPK periode 2003-2007 Tumpak Hatorangan Panggabean (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (18/5). - Antara/Sigid Kurniawan
Mantan pimpinan KPK periode 2003-2007 Tumpak Hatorangan Panggabean (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (18/5). - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeparkan tiga alasan pemberhentian dengan tidak hormat terhadap penyidik KPK Stephanus Robin Pattuju.

Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean mengatakan bahwa Robin terbukti bersalah melakukan pelanggaran kode etik. Pertama, berupa berhubungan dengan pihak-pihak atau orang-orang yang mempunyai kewenangan berkaitan dengan perkara yang sedang ditangani KPK.

Kedua, Robin menyalahgunakan kewenangan dalam rangka meminta dan menerima sejumlah uang dari pihak-pihak yang dihubungi. Ketiga, Robin menunjukkan identitas yaitu ID card sebagai penyidik KPK kepada mereka yang tidak punya kepentingan. 

"Itu pelanggaran kode etiknya. Semuanya dinyatakan majelis terbukti sesuai pedoman perilaku kode etik,” kata Tumpak dilansir dari Tempo, Senin (31/5/2021).

Sebelumnya, Divisi Profesi dan Pengamanan Polri bersama KPK sebelumnya menangkap penyidik Polri pada penugasan di komisi antirasuah, Ajun Komisaris Polisi Stephanus Robin Pattuju.

Ia diduga meminta uang atau menerima suap sebanyak Rp 1,5 miliar kepada Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial. Uang itu diduga diminta dengan iming-iming agar kasus yang menjerat Syahrial dihentikan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK korupsi

Sumber : Tempo

Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top