Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tugas Satgas Nemangkawi di Papua Diperpanjang Hingga Akhir 2021

Dalam pengejaran kelompok bersenjata, Satgas Nemangkawi telah memetakan empat kabupaten yang rawan aksi kekerasan yakni Kabupaten Intan Jaya, Mimika, Puncak, dan Nduga.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Mei 2021  |  11:56 WIB
Kasatgas Humas Ops Nemangkawi Kombes M Iqbal Alqudusy - Istimewa
Kasatgas Humas Ops Nemangkawi Kombes M Iqbal Alqudusy - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kepolisian RI resmi memperpanjang masa kerja Satgas Nemangkawi hingga enam bulan ke depan. Dengan begitu, masa kerja satuan khusus ini akan berlaku hingga akhir tahun.

Selain diperpanjang, Polri juga masih sedang merusumkan pola operasi satgas. "Untuk perpanjangan, rencana enam bulan hingga Desember 2021," ucap Asisten Operasi Kepala Kepolisian RI (Asops Kapolri) Inspektur Jenderal Imam Sugianto saat dikonfirmasi pada Jumat, (28/5/2021).

Dalam pengejaran terhadap kelompok bersenjata, Satgas Nemangkawi pun telah memetakan empat kabupaten yang dianggap rawan aksi kekerasan. Empat wilayah itu adalah Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak, dan Kabupaten Nduga.

Lebih lanjut, di dalam setiap kabupaten, Polri pun telah memetakan sejumlah kelompok yang dianggap menguasai.

Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono merinci, di wilayah Intan Jaya terdapat tiga kelompok KKB yakni kelompok Sabinus Waker, kelompok Undius Kogoya dan kelompok pimpinan Lewis Kogoya.

Sementara di Kabupaten Puncak, terdapat lima kelompok yaitu kelompok pimpinan Goliath Tabuni, kelompok Lekagak Telenggen, kelompok Peni Murib, dan kelompok pimpinan Ando Waker.

"Sementara untuk di Mimika dan Nduga masing-masing satu kelompok yakni di Mimika kelompok pimpinan Joni Botak dan di Nduga kelompok pimpinan Egianus Kogoya," ucap Gatot.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri papua kkb

Sumber : Tempo

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top