Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gunakan Bahan Peledak, Enam Nelayan Indramayu Ditangkap

Kegiatan yang dilakukan enam nelayan asal Kabupaten Indramayu, itu merupakan salah satu tindakan ilegal fishing yang tidak dibenarkan sehingga mereka ditangkap.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Mei 2021  |  18:30 WIB
Ilustrasi - Antaranews.com
Ilustrasi - Antaranews.com

Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Polairud (Ditpolairud) Polda Jawa Barat menangkap enam nelayan asal Kabupaten Indramayu yang menggunakan bahan peledak untuk mencari ikan yang disertai penyitaan beberapa barang bukti.

"Ada enam nelayan asal Kabupaten Indramayu yang kami tangkap, karena menggunakan bahan peledak saat mencari ikan," kata Direktur Polairud Polda Jabar Kombes Pol Widi Handoko di Cirebon, Senin.

Handoko mengatakan keenam nelayan yang ditangkap itu berinisial MZ (22), W (35), WK (32), FK (26), K (40) dan KA (19), mereka ditangkap di titik koordinat yang berbeda, namun masih masuk dalam wilayah perairan Cantigi, Kabupaten Indramayu.

Menurut dia, kegiatan yang dilakukan enam nelayan asal Kabupaten Indramayu, itu merupakan salah satu tindakan ilegal fishing yang tidak dibenarkan sehingga mereka ditangkap.

Dari enam tersangka, lanjut Widi, pihaknya menyita sejumlah bahan peledak berupa "flash powder", genset, alat komunikasi, plastik berisi bahan peledak, dan lainnya.

"Barang bukti yang digunakan salah satunya peledak untuk mercon," tuturnya.

Ia mengatakan yang dilakukan keenam nelayan itu merupakan tindakan pidana perairan serius, karena merusak biota laut dan jenis-jenis ikan kecil yang belum bisa ditangkap.

Handoko memastikan, pihaknya akan melakukan penindakan lebih tegas terkait pemasok bahan peledak agar kegiatan ilegal "fhising" dapat ditekan sekecil mungkin.

"Tersangka kita jerat pasal 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Bahan Peledak dan Senjata Api, ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun. Dan, Pasal 84 UU RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, ancaman hukuman enam tahun kurungan penjara dan denda Rp1,2 miliar," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nelayan

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top