Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Korsel Keluarkan Izin Penggunaan Vaksin Covid-19 Moderna

Vaksin Moderna telah mendapat izin penggunaan dengan persyaratan atau untuk penggunaan darurat dari 39 negara dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 21 Mei 2021  |  20:14 WIB
Vaksin Moderna
Vaksin Moderna

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Keamanan Makanan dan Obat Korea Selatan (Ministry of Food and Drug Safety) akhirnya mengizinkan penggunaan vaksin Covid-19 buatan Moderna di dalam negeri Korea Selatan.

Melansir KBS World, putusan itu diambil pada Jumat (21/5/2021 ) dalam sebuah rapat peninjauan yang dilakukan bersama para pakar dari luar instansi pemerintah tersebut. Terdapat persyaratan yang harus dipenuhi setelah memperoleh izin tersebut, yaitu penyerahan laporan hasil uji klinis terbaru mengenai keamanan dan efek vaksin Moderna.

Dengan demikian, vaksin Moderna menjadi vaksin Covid-19 keempat yang diizinkan penggunaannya di Korea Selatan, setelah vaksin dari AstraZaneca, Pfizer, dan Janssen.

Vaksin Moderna telah mendapat izin penggunaan dengan persyaratan atau untuk penggunaan darurat dari 39 negara dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Para pakar yang menghadiri rapat di Badan Pengawas Obat dan Makanan itu menyatakan ditemukan dalam uji klinis bahwa efektivitas pencegahan dari vaksin Moderna mencapai 94,1 persen dan aman untuk digunakan sebab kasus abnormal yang ditemukan dalam uji klinis berada dalam tingkat kewajaran.

Sembilan kasus abnormal terkait suntikan vaksin ditemukan dalam uji klinis tersebut, namun seluruhnya hampir telah disembuhkan pada saat data-data uji klinis ini diserahkan.

Di sisi lain, Korea Selatan juga menyatakan akan malakukan uji klinis terkait penggunaan campuran vaksin Covid-19 dari pengembang vaksin yang berbeda untuk digunakan sebagai suntikan dosis vaksin pertama dan kedua.

Ketua Bagian Analisis Vaksinasi di Direktorat Jenderal Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA), Lee Yoo-kyeong, menyatakan dalam pengarahan pers pada hari kamis (20/5/2021), bahwa Institut Kesehatan Nasional Korea akan melakukan uji klinis penyuntikan vaksin dari pengembang vaksin yang berbeda untuk dosis pertama dan kedua bagi mereka yang telah menerima vaksin dosis pertama AstraZeneca.

Hasil uji klinis itu akan digunakan sebagai data dasar untuk meningkatkan keamanan dan efek vaksinasi.

Saat ini di Korea Selatan tidak diperbolehkan penyuntikan vaksin AstraZaneca dan Pfizer kepada satu orang. Akan tetapi, pemerintah Jerman dan Prancis telah memutuskan penggunaan vaksin AstraZeneca untuk vaksinasi suntikan dosis pertama dan vaksin Pfizer untuk dosis kedua.

Uji klinis tersebut dilakukan terhadap 4-5 juta orang penerima suntikan vaksin AstraZeneca dosis pertama.

Sementara itu, angka pendaftaran vaksinasi kaum lanjut usia telah melebihi 50 persen. Angka tersebut secara terinci, yakni 60 persen kalangan berusia 70 -74 tahun, 55 persen kalangan berusia 65-69 tahun, dan 40 persen kalangan berusia 60-64 tahun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korsel Vaksin Covid-19
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top