Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Polri Tetapkan 7 Hingga 9 Kelompok KKB Jadi Sasaran Operasi di Papua

Aparat keamanan telah memetakan kelompok-kelompok yang diduga sering melakukan serangan sporadis kepada aparat maupun masyararkat sipil di Papua.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Mei 2021  |  15:57 WIB
Anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Lekagak Teleggen masuk daftar DPO Polri. - Antara\r\n
Anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Lekagak Teleggen masuk daftar DPO Polri. - Antara\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Polri menetapkan tujuh hingga sembilan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua masuk dalam target operasi pengejaran.  

Penetapan tersebut dilakukan setelah aparat keamanan memetakan kelompok-kelompok yang diduga sering melakukan serangan sporadis kepada aparat maupun masyararkat sipil.

"Mereka dibagi menjadi tujuh hingga sembilan kelompok yang terpencar di berbagai wilayah. Pun termasuk pimpinannya sudah berhasil kami identifikasi," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Ahmad Ramadhan dilansir dari Tempo, Kamis (20/5/2021).

Dari sejumlah kelompok tersebut, Polri menaksir total jumlah anggotanya mencapai lebih dari 150 orang. Kendati untuk jumlah simpatis, Ramadhan belum bisa membeberkan angka secara pasti. "Namun simpatisannya kami belum bisa mengetahui jumlahnya berapa," kata dia.

Ramadhan menyebut, hingga kini pihaknya masih terus mengejar kelompok bersenjata. Terutama usai terjadinya serangan terhadap dua anggota TNI AD di Bandara Nop Goliat Deikai, Yahukimo, Papua, pada 18 Mei 2021.

Dalam penyerangan tersebut, diperkirakan jumlah pelaku mencapai 20 orang. Polri - TNI pun kini tengah mengejar pelaku yang telah merampas dua pucuk senjata api jenis SS-2 beserta empat magasin milik kedua prajurit tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri papua kkb

Sumber : Tempo

Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top