Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saksi: Pajak Rolex Edhy Prabowo Belum Sempat Dibayarkan

Pada 28 Oktober 2020 Edhy Prabowo meminta sekretaris pribadinya, Amiril Mukminin, membeli jam tangan merek Rolex Yacht Master II Yellow Gold.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Mei 2021  |  16:59 WIB
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat berada di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (18/5/2021). - Antara/Desca Lidya Natalia
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat berada di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (18/5/2021). - Antara/Desca Lidya Natalia

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Menteri Kelautana dan Perikanan Edhy Prabowo belum sempat membayar pajak atas jam merek Rolex yang dibawanya.

Hal itu terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (18/5/2021).

Sub-Koordinator Rehabilitasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Andhika Anjaresta menyebut mantan Edhy Prabowo belum membayar pajak jam tangan Rolex Yacht Master II Yellow Gold senilai Rp175 juta ke kantor Bea Cukai.

"Pajaknya belum bayar ke Bea Cukai karena siangnya kami dipanggil KPK. Uangnya masih di kami, ditanya penyidik ini uangnya ada tidak, lalu uang diserahkan ke KPK," kata Andhika di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Andhika menjadi saksi untuk enam terdakwa yaitu Edhy Prabowo, Andreau Misanta Pribadi dan Safri (staf khusus Edhy Prabowo), Amiril Mukminin (sekretaris pribadi Edhy), Ainul Faqih (sespri istri Edhy Prabowo, Iis Rosita Dewi) dan Siswadhi Pranoto Loe (pemilik PT Aero Cipta Kargo).

Mereka didakwa bersama-sama menerima 77 ribu dolar AS dan Rp24,625 miliar sehingga totalnya mencapai sekitar Rp25,75 miliar dari para pengusaha pengekspor benih benih lobster (BBL) terkait pemberian izin budi daya dan ekspor.

"Awalnya saya diminta cari Rolex saat di Dubai, katanya Amiril itu untuk paus. Saya tanya paus siapa? dijawab Pak Menteri," tutur Andhika.

Tapi hingga Andhika tiba di Indonesia, ia tidak menemukan jam Rolex yang dimaksud Amiril.

Andhika lalu memberikan nama Yosi sebagai penghubungnya di Dubai dan Yosi pun berhasil menemukan jam dimaksud.

"Lalu saya lapor ke Amiril, katanya dia daun si kuning sudah ada kemudian Amiril kasih uang di rumah dinas berupa uang cash Rp740 juta lalu saya minta staf saya namanya Dwi untuk transfer ke Mas Yosi," ungkap Andhika.

Dalam dakwaan disebutkan pada 28 Oktober 2020 Edhy Prabowo meminta sekretaris pribadinya, Amiril Mukminin, untuk membeli jam tangan merek Rolex Yacht Master II Yellow Gold. Amiril lalu menghubungi Andhika Anjaresta untuk membelikannya di Dubai.

Namun, Andhika lalu meminta bantuan Yosi Aprizal mencari jam tersebut. Yosi lalu memberitahu Andhika bahwa harga jam tangan merek Rolex Yacht Master II Yellow Gold sekitar Rp700 juta.

Selanjutnya pada 16 November 2020, Amiril menyerahkan uang Rp740 juta kepada staf Andhika bernama Dwi Kusuma Wijaya, lalu Dwi mentransfernya ke rekening Yosi Aprizal.

Yosi lalu membawa jam dimaksud ke Jakarta, namun saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, jam Rolex Yacht Master II Yellow Gold tersebut ditahan Petugas Bea Cukai. Ia harus membayar pajak terlebih dahulu sekitar Rp175 juta.

Amiril lalu menyerahkan uang 10 ribu dolar AS dan Rp61 juta ke Dwi Kusuma untuk membayar pajak dan mengambil jam tangan tersebut di Kantor Bea Cukai.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengadilan tipikor benih lobster edhy prabowo Rolex

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top