Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada Pelaku Industri Pertahanan Palsu, Connie: Saya Sampaikan Sejak Dulu

Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie mengaku sejak lama telah menginformasikan cara untuk mengungkap hadirnya pseudo inhand atau industri pertahanan palsu tersebut.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 10 Mei 2021  |  16:12 WIB
Ilustrasi - Anggota TNI Angkatan Darat mengangkat senjata usai apel pemberangkatan Satgas ke Papua di Pelabuhan Sukarno Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (3/3/2019). - ANTARA/Abriawan Abhe
Ilustrasi - Anggota TNI Angkatan Darat mengangkat senjata usai apel pemberangkatan Satgas ke Papua di Pelabuhan Sukarno Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (3/3/2019). - ANTARA/Abriawan Abhe

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie kembali menyinggung adanya indutri pertahanan semu yang berpotensi dilakukan oleh badan usaha baik milik negara maupun swasta.

Dalam keterangan resminya, Senin (10/5/2021), Connie menjelaskan bahwa dirinya sejak lama telah menginformasikan cara untuk mengungkap hadirnya pseudo inhand atau industri pertahanan palsu tersebut. Untuk mengidentifikasi itu, dia mengatakan pemerintah dapat melibatkan kementerian terkait dan Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK.

"Tentang Pseudo Indhan, industri pertahanan semu atau palsu, sudah saya sampaikan sejak era Menhan terdahulu bahwa hal termudah untuk melakukannya adalah melalui audit teknologi yang ketat oleh K/L terkait bersama BPK kepada kepada semua pelaku Inhan BUMN dan atau BUMS," jelasnya.

Menurut Connie, hasil audit teknologi itu akan menjawab dan menunjukkan siapa dan apa saja BUMN dan BUMS yang termasuk dalam kelompok pelaku Pseudo Inhan.

"Sehingga diperlukan kemauan keras dan kemampuan Kemhan untuk mewujudkan hal ini bersama K/L terkait terutama BPK," tegasnya.

Dalam keterangan resmi itu, Connie juga menanggapi pernyataan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang menyarankan dirinya untuk membongkar Mr. M yang disebutnya sebagai mafia alutsista.

Connie menegaskan bahwa sebagai warga negara yang baik, akademisi sekaligus inteketual, dia hanya berkewajiban untuk bersikap kritis dalam mendukung Menteri Pertahanan dan Kementerian Pertahanan agar dapat bertindak kepada siapa pun yang bermain-main dalam upaya modernisasi Alutsista.

Pasalnya, jelas dia, pengawalan anggaran negara, termasuk di bidang pertahanan merupakan tugas masyarakat besama kementerian dan lembaga.

Di sisi lain, kata Connie, informasi terkait Mr. M atau mafia dalam upaya modernisasi alutsista juga diakui keberadaannya oleh para tokoh lain termasuk Anggota DPR RI Komisi I M. Farhan, Mantan KaBAIS S. Ponto dan Deputy V KSP Jaleswari Pramodawardhani.

"Maka menjadi tugas Kemhan bersama sama KPK dan aparat terkait untuk menggunakan seluruh perangkat yang dimiliki untuk membuka siapa saja Mr. M dimaksud - bukan tugas seorang akademisi atau intelektual," tegas Connie.
 
Connie menilai pengungkapan Mr M atau Mdmme M dan Mr X atau Mdmme X serta siapa pun itu merupakan perkara mudah bila Kemhan dapat mengundang KPK untuk masuk dan menelisik tahapan dalam proses CADMID.

"Biarkan KPK melakukan tugasnya dengan baik sehingga siapapun yang bermain dapat benar benar terungkap dan terhentikan," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alutsista kemenhan prabowo subianto
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top