Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Klaim Kepengurusan Partai Demokrat, Upaya Moeldoko Belum Tamat

Moeldoko disebut masih menyiapkan strategi perlawanan terakhir secara hukum untuk mendapatkan pengakuan negara ihwal kepengurusan Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 06 Mei 2021  |  21:05 WIB
Moeldoko menyampaikan pidato perdana saat Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatra Utara, Jumat (5/3/2021). Berdasarkan hasil KLB, Moeldoko terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025. - Antara\r\n
Moeldoko menyampaikan pidato perdana saat Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatra Utara, Jumat (5/3/2021). Berdasarkan hasil KLB, Moeldoko terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025. - Antara\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA — Upaya Kepala Staf Presiden atau KSP Moeldoko dinilai belum tamat dalam perebutan klaim kepengurusan Partai Demokrat yang sah dengan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.

“Belum selesai dari perspektif hukum, masih ada peluang ya. Bagaimana mau berakhir mereka [KLB Deli Serdang] masih ada belum membubarkan diri. Kalau dibaca secara politik mereka masih ada” kata Direktur Eksekutif Prameter Politik Indonesia Adi Prayitno melalui sambungan telepon kepada Bisnis, Kamis (6/5/2021).

Menurut Adi, Moeldoko masih menyiapkan strategi perlawanan terakhir secara hukum untuk mendapatkan pengakuan negara ihwal kepengurusan Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang awal tahun lalu. Strategi akhir itu merujuk pada penyelesaian sengketa kepengurusan partai lewat kasasi di Mahkamah Agung (MA).

“Sekalipun di Kemenkumham ditolak, Pengadilan Negeri ditolak, setelah itu senjata pamungkasnya itu di MA melalui kasasi. Biasanya sengketa partai seperti begitu,” tuturnya.

Seperti diketahui, internal Partai Demokrat terpecah setelah pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatra Utara.

KLB itu mengukuhkan Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Penunjukan Moeldoko itu kemudian mendapat reaksi negatif dari kubu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

Mereka menyerang kubu Moeldoko dengan sebutan begal politik dan ketua umum abal-abal.  Di sisi lain, pihak Moeldoko juga menyerang balik kubu AHY dengan menyebutkan bahwa SBY Cs telah menghilangkan demokrasi di Partai Demokrat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

partai demokrat moeldoko agus harimurti
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top