Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pegawai KPK Tak Lolos Tes ASN, ICW: Episode Terakhir Menghabisi KPK

Puluhan pegawai KPK yang berpotensi tidak lolos tes Wawasan Kebangsaan tersebut akan diberhentikan pada 1 Juni 2021.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 04 Mei 2021  |  12:54 WIB
Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana (tengah). - Antara
Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana (tengah). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) menduga tidak lolosnya sejumlah pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam tes Wawasan Kebangsaan telah dirancang sejak awal.

Menurut Peneliti ICW Kurnia Ramadhana, bahwa tidak lolosnya 70-an pegawai KPK merupakan episode terakhir untuk menghabisi dan membunuh KPK.

Diketahui, pihak KPK mengaku telah menerima hasil tes Wawasan Kebangsaan pegawainya. Tes tersebut merupakan syarat alih status pegawai KPK menjadi ASN.

Namun, berdasarkan informasi yang beredar puluhan pegawai KPK yang berpotensi tidak lolos tes Wawasan Kebangsaan tersebut akan diberhentikan pada 1 Juni 2021. Salah satu pegawai yang berpotensi tidak lolos tes itu adalah Novel Baswedan.

"Betapa tidak, sinyal untuk tiba pada kesimpulan itu telah terlihat secara jelas dan runtut, mulai dari merusak lembaga antirasuah dengan UU KPK baru, ditambah dengan kontroversi kepemimpinan Firli Bahuri, dan kali ini pegawai-pegawai yang dikenal berintegritas disingkirkan," kata Kurnia dalam keterangannya, Selasa (4/5/2021).

Dia mengatakan, kondisi karut-marut ini tidak bisa dilepaskan dari peran Presiden Joko Widodo dan segenap anggota DPR RI.

Pasalnya, kata Kurnia, dua cabang kekuasaan itu yang pada akhirnya sepakat merevisi UU KPK dan memasukkan aturan kontroversi berupa alih status kepegawaian menjadi ASN.

"Tak lupa, ini pun sebagai buah atas kebijakan buruk Komisioner KPK tatkala mengesahkan Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor 1 Tahun 2021 yang memasukkan asesmen tes Wawasan Kebangsaan," ujarnya.

Kurnia mengatakan, kekhawatiran masyarakat atas kebijakan Presiden Joko Widodo dan DPR yang memilih merevisi UU KPK serta mengangkat komisioner penuh kontroversi terbukti.

"Alih-alih memperkuat, yang terlihat justru skenario untuk mengeluarkan KPK dari gelanggang pemberantasan korupsi di Indonesia," ujar Kurnia.

Sebelumnya, KPK mengaku telah menerima hasil tes Wawasan Kebangsaan pegawainya. 

"Pada tanggal 27 April 2021 bertempat di Kementerian PANRB, KPK telah menerima hasil Asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dari Badan Kepegawaian Negara," kata Sekjen KPK Cahya H. Harefa dalam keterangannya, Selasa (4/4/2021).

Cahya pun menyebut bahwa hasil tes masih terkuci dan disegel rapat. Nantinya, hasil tes wawasan kebangsaan itu akan diumumkan dalam waktu dekat.

"Saat ini hasil penilaian Asesmen TWK tersebut masih tersegel dan disimpan aman di gedung Merah Putih KPK dan akan diumumkan dalam waktu dekat sebagai bentuk transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan KPK," katanya.

Terpisah, Ketua KPK Firli Bahuri mengaku belum mengetahui siapa saja pegawai yang lolos tes asesmen menjadi ASN. Menurut dia, sampai saat ini hasil tes masih di Sekjen KPK.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK icw ASN
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top