Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sidang Bos Sritex Iwan Lukminto Cs Berjalan, Nilai PKPU Rp100,9 Miliar

Berdasarkan laporan yang dimohonkan oleh PT Bank QNB Indonesia, kewajiban Wan Lukminto dan PT Senang Kharisma Textil berjumlah Rp100,9 miliar.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 30 April 2021  |  05:25 WIB
Logo Sritex - ilustrasi
Logo Sritex - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Pengadilan Negeri (PN) Semarang mulai menyidangkan gugatan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) PT Bank QNB Indonesia Tbk kepada salah satu pemilik Group Sritex, Iwan Setiawan Lukminto, beserta PT Senang Kharisma Textil.

Pada tanggal 28 April lalu, agenda sidang Iwan Lukminto dan Senang Kharisma Textil telah memasuki tahap pemberian jawaban atas gugatan yang diajukan oleh pihak Bank QNB (BKSW) tersebut.

Tak hanya itu, manajemen Sritex (SRIL) pada Senin (26/4/2021) juga telah memberikan jawaban kepada otoritas bursa ihwal gugatan tersebut. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke bursa, SRIL setidaknya menjelaskan tujuh hal terkait gugatan PKPU Bank QNB.

Pertama, mereka membenarkan gugatan PKPU PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) kepada PT Senang Kharisma Textil. Sementara nama lwan Lukminto dan Megawati tercantum sebagai personal  guarantor.

Kedua PT Bank QNB Indonesia merupakan salah satu kreditur PT Senang Kharisma Textil. KetigaPT Senang Kharisma Textil tidak masuk dalam anak usaha PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL). Laporan keuangan PT SKT terpisah dari PT Sri Rejeki Isman Tbk sepenuhnya.

Keempat, berdasarkan laporan yang dimohonkan oleh PT Bank QNB Indonesia, kewajiban berjumlah Rp100,9 miliar. KelimaPT Senang Kharisma Textil akan mengikuti proses hukum yang berlaku.

Keenam, permohonan PKPU tidak berdampak kepada kegiatan operasional PT Senang Kharisma Textil, Perusahaan tetap beroperasi normal. Ketujuh, Untuk penggunaan dana harus diprioritaskan pada kegiatan produksi dan operasional Perusahaan sehingga untuk hal ini masih harus di analisa lebih lanjut. 

Sebelumnya, Bank QNB Indonesia menggugat penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) salah satu pemlik Grup Sritex, Iwan Setiawan Lukminto ke Pengadilan Negeri (PN) Semarang. 

Selain Iwan Setiawan Lukminto, gugatan juga ditujukan ke salah satu anak usaha grup usaha tersebut yakni PT Senang Kharisma Textil. Gugatan QNB diajukan pada Selasa (20/4/2021) dengan nomor 13/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN Niaga Smg. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pkpu sritex Bank QNB Indonesia
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top