Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Warga Merasa Kebal Pasca-Vaksinasi, Anggota DPR: Ini Sungguh Berbahaya

Ada kekeliruan pemahaman di masyarakat yakni mereka yang telah divaksin cenderung merasa kebal terhadap virus Corona (Covid-19).
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 26 April 2021  |  13:35 WIB
Ilustrasi petugas kesehatan mempersiapkan vaksin Covid-19. - Antara
Ilustrasi petugas kesehatan mempersiapkan vaksin Covid-19. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengingatkan bahwa penegakan protokol kesehatan juga wajib diterapkan oleh semua pihak, termasuk mereka yang telah menerima vaksin antivirus Corona atau Covid-19.

Pasalnya, jelas dia, ada kekeliruan pemahaman di masyarakat yakni mereka yang telah divaksin cenderung merasa kebal terhadap virus Corona. Dengan begitu, mereka disebut cenderung abai terhadap protokol kesehatan.

“Kekeliruan memahami vaksin ini sungguh berbahaya, karena ujung-ujungnya orang yang merasa dirinya kebal terhadap virus, cenderung abai dan kurang mematuhi protokol kesehatan. Kalau sikap teledor ini dibiarkan, kasus Covid-19 di Indonesia bisa meledak seperti yang terjadi saat ini di India,” jelasnya, seperti dilansir laman resmi DPR, Senin (26/4/2021).

Dia menilai anggapan kebal virus usai vaksinasi juga yang memicu 'tsunami' Covid-19 seperti di India. Tidak ingin hal serupa terjadi di Indonesia, politisi fraksi PDI Perjuangan ini memerinci sejumlah langkah guna meminimalkan dampak Covid-19 pascavaksinasi.

Menurutnya, kekeliruan pemahaman tentang vaksinasi itu pertama-tama harus diluruskan lewat sosialisasi bahwa vaksin Covid-19 tidak membuat seseorang kebal dari virus SARS-CoV-2.

Namun, vaksinasi berguna meningkatkan daya tahan dan imunitas tubuh. Oleh karena itu, seseorang yang telah divaksin masih memiliki kemungkinan terpapar Covid.

“Semua pihak terkait mulai dari pemerintah pusat, daerah, tenaga kesehatan sekaligus seluruh  fasilitas kesehatan  wajib melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat untuk tidak lengah terhadap covid pascavaksinasi,” tegas Rahmad.

Menurutnya, pada setiap kegiatan vaksinasi, perlu dibuat desk khusus. Seperti adanya konsultasi dengan petugas, membuat pengumuman edukasi pascavaksinasi melalui leaflet, poster, spanduk, atau media lainnya yang menyesuaikan kondisi dan tempat. Kegiatan seperti ini berguna untuk meningkatkan kesadaran sekaligus pemahaman masyarakat Indonesia dalam bersikap pascavaksinasi.

“Edukasi dan sosialisasi menjadi sangat penting dan ini merupakan kata kunci dalam perang melawan Covid-19.  Bila edukasi dan sosialisasi berjalan baik, tidak hanya itu, jika  masyarakat mengerti fungsi dan bagaimana  kerja vaksin, maka bersama kita bisa mengendalikan pandemi ini secara bergotong royong,” pungkas Rahmad.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr vaksinasi Covid-19 Vaksin Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top