Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Duh! India Catatkan Rekor Kasus Harian Covid-19 Tertinggi di Dunia

Negara yang mengalami wabah terbesar kedua di dunia itu melaporkan 314.835 infeksi baru, mendorong total hampir 16 juta kasus.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 22 April 2021  |  15:50 WIB
Tenaga medis berupaya menyelamatkan pasien di tengah serangan gelombang kedua Covid-19 di India  -  Express Photo by Amit Chakravarty
Tenaga medis berupaya menyelamatkan pasien di tengah serangan gelombang kedua Covid-19 di India - Express Photo by Amit Chakravarty

Bisnis.com, JAKARTA - India mencatat lonjakan satu hari terbesar di dunia dalam kasus virus corona, dengan infeksi melonjak melebihi angka 300.000 pada Kamis (22/4/2021) karena gelombang kedua yang paling mematikan di negara itu tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Negara yang mengalami wabah terbesar kedua di dunia itu melaporkan 314.835 infeksi baru, mendorong total hampir 16 juta kasus.

Amerika Serikat, negara yang paling parah terkena, mengalami puncak 314.312 kasus pada 21 Desember dan hanya melaporkan lebih dari 300.000 infeksi dalam dua hari sejak dimulainya pandemi. Kasus-kasus di AS sekarang dalam tren menurun, sebagian dibantu oleh vaksinasi agresif.

Situasi yang memburuk di India menunjukkan bagaimana krisis pandemi telah bergeser kuat ke negara berkembang, di mana varian baru mengancam langkah-langkah penanggulangan dan kurangnya vaksin setelah pasokan diambil oleh negara-negara kaya.

Meskipun menjadi rumah bagi produsen vaksin terbesar di dunia, India telah berjuang untuk memberikan suntikan yang cukup untuk 1,3 miliar penduduknya. Kewaspadaan yang lebih rendah seputar masker dan jarak sosial juga berkontribusi pada kebangkitan, dengan festival besar dan pemilihan yang diizinkan berlangsung dengan sedikit tindakan pencegahan.

Gelombang ini juga lebih mematikan bagi India, yang melihat lebih sedikit korban jiwa dibandingkan negara berkembang lainnya seperti Brasil pada gelombang pertama, membuat bingung para ahli.

Kematian terkait Covid-19 di negara itu telah melonjak menjadi 184.657. India telah memberikan lebih dari 132 juta dosis vaksin, menurut data dari kementerian kesehatannya. Itu cukup untuk mencakup hanya sekitar 4,8 persen dari populasinya, menurut pelacak vaksin Bloomberg.

Wabah tersebut mengancam untuk menggagalkan ekonomi India yang baru saja mulai pulih setelah penguncian nasional tahun lalu yang mendorongnya ke dalam resesi bersejarah. Varian virus baru dengan mutasi ganda juga telah terdeteksi secara lokal dan kekhawatiran berkembang bahwa hal itu mendorong gelombang baru yang dahsyat yang membanjiri rumah sakit dan krematorium India.

Operator jaringan rumah sakit terbesar di New Delhi bergegas ke pengadilan pada Rabu malam untuk mencari pasokan oksigen kritis setelah 1.400 pasien Covid-19 di seluruh ibu kota India berada dalam risiko karena tingkat pasokan yang sangat rendah.

Panel dua hakim Pengadilan Tinggi Delhi yang dipimpin oleh Justic Vipin Sanghi menyatakan keterkejutan dan kekecewaan atas kelalaian pemerintah dan mengarahkan pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi untuk memastikan pasokan oksigen yang cukup untuk rumah sakit.

"Ini hanya perencanaan yang buruk. Mengapa kita tidak meramalkan hal ini? Ini bukan ilmu roket," kata Hakim Sanghi selama persidangan, dilansir Bloomberg.

Drama ruang sidang larut malam, dengan para pengacara pemerintah negara bagian dan federal bertengkar tentang pasokan oksigen ke ibu kota negara, yang memiliki salah satu infrastruktur perawatan kesehatan terbaik di negara itu, merupakan indikator suram dari situasi yang lebih buruk di pedalaman.

Selain itu, media sosial negara itu telah berubah menjadi saluran bantuan dengan panggilan putus asa untuk membantu mengamankan obat-obatan, tempat tidur rumah sakit, dan tabung oksigen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india Virus Corona Covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top