Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kabar Baik, Kasus Sembuh Covid-19 Naik 2,6 Persen

Kasus sembuh dari Covid-19 pada pekan ini kembali meningkat setelah lima pekan berturut-turut mengalami penurunan.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 20 April 2021  |  16:35 WIB
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito. - Antara
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan kasus sembuh Covid-19 mingguan per 18 April 2021 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan bahwa kasus sembuh pada pekan ini naik 2,6 persen jika dibandingkan pekan sebelumnya.

Dia menuturkan bahwa kasus sembuh pada pekan ini kembali meningkat setelah lima pekan berturut-turut mengalami penurunan.

“Kesembuhan tertinggi juga didominasi oleh provinsi di Pulau Jawa. Kontribusi tertinggi berasal dari Jawa Tengah, naik 757 kesembuhan,” kata Wiku dalam konferensi pers, Selasa (20/4/2021).

Kemudian, disusul DKI Jakarta dengan kenaikan 590 kasus sembuh, Banten 518 kasus, Aceh 92, dan Yogyakarta naik 384 kasus sembuh.

Sementara itu, kasus positif dan kematian akibat Covid-19 pada pekan ini mengalami peningkatan tajam jika dibandingkan pekan sebelumnya.

Kasus positif Covid-19 pada pekan ini meningkat 14,1 persen. Padahal, pekan sebelumnya sempat turun 14,2 persen.

“Kenaikan kasus ini dikontribusikan sebagian besar dari Pulau Jawa yaitu tiga dari lima provinsi dengan penambahan terbesar,” ujar Wiku.

Sementara itu, kasus kematian akibat Covid-19 pada pekan ini naik 4,2 persen jika dibandingkan pekan sebelumnya.

Penambahan mingguan tertinggi kasus kematian akibat Covid-19 dikontribusikan oleh DKI Jakarta dengan 30 kasus, disusul Riau dengan 21 kasus, Kalimantan Tengah 12, serta Banten dan Yogyakarta dengan masing-masing 8 kasus kematian.

Wiku menilai, kenaikan penambahan kasus positif dan kematian ini kemungkinan disebabkan dari libur panjang Paskah lalu dan menurunnya kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan akibat euforia vaksinasi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top