Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Milisi Houthi Kembali Serang Kilang Minyak Aramco di Arab Saudi

Houthi, kelompok pemberontak asal Yaman meluncurkan peluru ke arah Saudi Aramco dan situs yang menampung rudal pertahanan udara patriot.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 15 April 2021  |  15:31 WIB
Tangki minyak Aramco terlihat di fasilitas produksi di ladang minyak Saudi Aramco di Shaybah, Arab Saudi, Selasa (22/5/2018). - Reuters
Tangki minyak Aramco terlihat di fasilitas produksi di ladang minyak Saudi Aramco di Shaybah, Arab Saudi, Selasa (22/5/2018). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Fasilitas produksi minyak milik Aramco Arab Saudi kembali diserang untuk kedua kalinya oleh drone dan proyektil yang diduga kuat dilakukan Houthi setelah mereka mengklaim serangan di kota penyulingan barat daya Jazan.

Dilansir Bloomberg, Kamis (15/4/2021), kelompok pemberontak asal Yaman ini meluncurkan peluru ke arah Saudi Aramco dan situs yang menampung rudal pertahanan udara patriot. Seperti dilaporkan TV Al-Masirah, Houthi mengatakan mereka menggunakan drone bermuatan bahan peledak dan 11 rudal.

Sementara itu, kantor berita negara Saudi Press Agency mengatakan militer kerajaan telah mencegat lima rudal balistik dan empat drone yang ditujukan ke Jazan, yang berada di Laut Merah. Dia mengatakan pecahan jatuh di sebuah gedung universitas dan menyebabkan kebakaran. Kendati demikian, tidak ada korban jiwa.

Saat ini fasilitas utama minyak di Jazan merupakan kilang minyak anyar yang didesain untuk memproses 400.000 barel minyak per hari. Hingga saat ini belum ada keterangan dari Aramco terkait hal ini. 

Serangan ke kota-kota di Saudi semakin meningkat pada tahun ini meskipun tidak menimbulkan korban jiwa ataupun kerusakan parah. 

Houthi mengklaim melakukan serangan serupa pada Minggu malam di timur terminal mintak di Jubail dan bagian barat Kota Jeddah. 

Kelompok ini terus menggempur pemerintahan Yaman sejak 2014. Koalisi yang dipimpin Saudi melakukan intervensi untuk mendukung pemerintah Yaman.

PBB menyebut peperangan di Yaman sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia yang telah menyebabkan ribuan orang meninggal dunia. 

Arab Saudi tengah mencari dukungan dari AS untuk melindungi fasilitas minyaknya setelah mengajukan gencatan senjata pada bulan lalu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minyak saudi aramco arab saudi
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top