Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Arab Saudi: Umrah Tahun Ini Hanya untuk yang Telah Diimunisasi

Masih belum jelas apakah kebijakan itu , yang muncul di tengah meningkatnya infeksi virus Corona di Arab Saudi, akan diperpanjang hingga musim haji mendatang.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 06 April 2021  |  07:26 WIB
Ilustrasi - Umat muslim memakai masker pelindung, menyusul penularan virus corona baru, saat mereka beribadah di Ka'bah di Mesjid Raya, kota suci Mekah, Arab Saudi, Selasa (3/3/2020). - Antara
Ilustrasi - Umat muslim memakai masker pelindung, menyusul penularan virus corona baru, saat mereka beribadah di Ka'bah di Mesjid Raya, kota suci Mekah, Arab Saudi, Selasa (3/3/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Arab Saudi mengatakan hanya orang yang telah diimunisasi Covid-19 yang diizinkan melakukan ibadah umrah tahun ini. Aturan tersebut berlaku mulai dari bulan suci Ramadan.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa hanya "orang yang diimunisasi" yang akan diberikan izin untuk melakukan umrah serta salat di Masjidil Haram di Kota Suci Mekkah.

Aturan tersebut berlaku untuk individu yang telah menerima dua dosis vaksin Covid-19, mereka yang telah menerima satu dosis vaksin setidaknya 14 hari sebelum menunaikan ibadah haji, atau seseorang yang telah sembuh dari virus, kata kementerian itu.

Kementerian tersebut juga menyatakan akan meningkatkan kapasitas operasional Masjidil Haram sesuai dengan langkah-langkah dan pembatasan Covid-19, demikian dikutip Aljazeera.com, Selasa (6/4/2021).

Masih belum jelas apakah kebijakan itu, yang muncul di tengah meningkatnya infeksi virus Corona di Arab Saudi, akan diperpanjang hingga musim haji mendatang.

Arab Saudi telah melaporkan lebih dari 393.000 infeksi virus Corona dan lebih dari 6.700 kematian akibat virus tersebut.

Kementerian kesehatan kerajaan mengatakan telah mengelola lebih dari lima juta vaksin virus Corona dengan populasi lebih dari 34 juta.

Bulan lalu Raja Salman mengganti menteri haji, beberapa bulan setelah kerajaan menjadi tuan rumah ibadah haji dengan jumlah terkecil dalam sejarah modern karena pandemi.

Menteri Haji Mohammad Benten dibebastugaskan dari jabatannya dan digantikan oleh Essam bin Saeed, menurut dekrit kerajaan seperti dilaporkan Saudi Press Agency (SPA).

Hanya 10.000 penduduk Muslim Arab Saudi yang diizinkan untuk ikut haji tahun lalu, atau jauh dari 2,5 juta Muslim dari seluruh dunia yang berpartisipasi pada 2019.

Dengan kampanye vaksinasi Covid-19 yang berlangsung di seluruh dunia, gagasan paspor atau sertifikat vaksin telah menjadi solusi yang diperdebatkan untuk membuka kembali perbatasan internasional dengan aman.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan sektor pariwisata yang telah sangat menderita di bawah penguncian akibat virus Corona.

Bulan lalu China meluncurkan program sertifikat kesehatan bagi warganya yang bepergian ke luar negeri.
Sertifikat digital, yang menunjukkan status vaksinasi pengguna dan hasil tes virus, tersedia untuk warga China melalui program di platform media sosial WeChat.

Pemerintah Inggris juga mempertimbangkan untuk meminta orang-orang menunjukkan bukti vaksinasi Covid-19 untuk mengakses ruang yang ramai seperti pub atau acara olahraga.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arab saudi umrah Ramadan Vaksin Covid-19

Sumber : Aljazeera.com

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top