Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CDC: Covid-19 Jadi Penyebab Kematian Ketiga Terbanyak di AS

Kematian akibat Covid-19 lebih banyak terjadi pada warga keturunan Amerika Latin. Tak hanya itu, kematian dari etnis minoritas bahkan lebih dari dua kali lipat dari warga kulit putih.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 02 April 2021  |  10:40 WIB
Tenaga kesehatan bekerja di dalam unit penanganan penyakit virus Corona (CovidD-19) di United Memorial Medical Center saat Amerika Serikat hampir mencapai angka 300.000 kematian, di Houston, Texas, Amerika Serikat, Sabtu (12/12/2020). Foto diambil tanggal 12 Desember 2020./Antara - Reuters/Callaghan O\'Hare\r\n\r\n
Tenaga kesehatan bekerja di dalam unit penanganan penyakit virus Corona (CovidD-19) di United Memorial Medical Center saat Amerika Serikat hampir mencapai angka 300.000 kematian, di Houston, Texas, Amerika Serikat, Sabtu (12/12/2020). Foto diambil tanggal 12 Desember 2020./Antara - Reuters/Callaghan O\\\'Hare\\r\\n\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTAU.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan Covid-19 sebagai penyebab utama kematian ketiga terbanyak di Amerika Serikat pada tahun lalu.

Secara total, kematian akibat Covid-19 di Negeri Paman Sam berkontribusi dalam memacu pertumbuhan jumlah kematian hingga 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dilansir Voice of America, Jumat (2/4/2021), Direktur CDC Rochelle Walensky mengatakan jumlah kematian akibat Covid-19 hanya kalah dari penyakit jantung dan kanker. Kedua penyakit ini menyebabkan kematian sebanyak 378.000 atau 11 persen dari total kematian di negara tersebut.

Lebih lanjut, dia menjelaskan kematian akibat Covid-19 lebih banyak terjadi pada warga keturunan Amerika Latin. Tak hanya itu, kematian dari etnis minoritas bahkan lebih dari dua kali lipat dari warga kulit putih.

Secara terpisahh, Direktur Eksekutif European Medicines Agency (EMA) Emer Cooke mengemukakan organisasinya tidak menemukan bukti ilmiah satu pun yang mendukung larangan penggunaan vaksin AstraZeneca.

Dalam keterangan resminya, ia tetap tidak mengubah keputusannya yang sudah diumumkan pada 2 pekan sebelumnya bahwa manfaat vaksin lebih besar dibandingkan efek sampingnya.

Komentar tersebut keluar setelah Jerman memutuskan penggunaan vaksin AstraZeneca terbatas untuk usia di atas 60 tahun akibat kekhawatiran terjadinya pembekuan darah.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Vaksin Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top