Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Modus! Tahu Goreng Isi Sabu

Masih banyak modus lain yang dilakukan sindikat atau kelompok pengedar narkoba di Indonesia. Mulai dengan cara yang cukup canggih sampai cara yang kadang lucu dan mengundang tawa.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 27 Maret 2021  |  13:03 WIB
Ilustrasi - Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Tenggara memerlihatkan barang bukti sabu-sabu. - Antara/Jojon
Ilustrasi - Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Tenggara memerlihatkan barang bukti sabu-sabu. - Antara/Jojon

Bisnis.com, JAKARTA - Penyelundup atau pengedar narkoba di Tanah Air terkenal kreatif mencari cara untuk menyamarkan barang haram yang dibawa atau dikirimkannya.

Dari berbagai modus yang ada, di antaranya ada yang memodifikasi bagian bawah kendaraan menjadi punya ruang rahasia untuk menyimpan narkoba jenis ganja

Selintas orang tidak akan menyangka kendaraan tersebut membawa narkoba, karena di lihat di permukaan semua baik-baik saja.

Namun, permukaan kendaraan tersebut ternyata memilik ruang khusus sehingga lebih tebal dari aslinya. Di kabin rahasia itulah narkoba disembunyikan. 

Pepatah mengatakan, sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya [ada saatnya' akan jatuh juga. Modus menyamarkan dek/kabin kendaraan itu pun tercium petugas dan penyelundupan narkoba berhasil digagalkan.

Masih banyak modus lain yang dilakukan sindikat atau kelompok pengedar narkoba di Indonesia. Mulai dengan cara yang cukup canggih sampai cara yang kadang lucu dan mengundang tawa.

Hal itu misalnya terungkap di Lapas Mojokerto, Jawa Timur, Rabu 24 Maret 2021. Kali ini aksi penyelundupan narkoba jenis sabu dilakukan dengan menyamarkannya sebagai isi tahu goreng.

Cara menyamarkan sabu menjadi isi tahu goreng tentu tak terbayangkan di benak masyarakat umum. Tapi begitulah, mereka yang terlibat dengan narkoba selalu mencari cara untuk memuluskan maksudnya.

Ternyata bukan hanya tahu goreng yang pernah dijadikan sarana untuk menyelundupkan narkoba. Tempo.co mencatat beberapa modus penyelundupan narkoba dengan menggunakan makanan.

Ada modus penyelundupan narkoba dengan menyelipkan sabu ke dalam pepes ikan mujair, pisang sale, bahkan bumbu pecel.

Adapula yang dimasukkan ke dalam botol sampo, seperti kejadian di Lapas Ambon. Bahkan petugas Rutan Ponorogo pun mendapati penyelundupan sabu lewat deodoran. Semuanya dikirim via jasa kiriman paket.

Aksi penyelundupan barang haram ini makin aneh dan nekat saja. Seperti narkoba dimasukkan ke dalam kipas angin dan lampu LED. Aksi ini diciduk di Markas Polresta Sidoarjo pada Kamis, 14 Januari 2021. Bahkan, ada juga modus penyelundupan narkoba dengan memasukkannya di dalam mainan anak-anak.

Tentu saja, polisi juga tidak tinggal diam. Polisi bersama Direktorat Narkoba terus berupaya mencari cara baru untuk mengungkap semua jenis modus penyelundupan obat-obatan terlarang ini.

Apalagi perilaku pengedaran zat adiktif berbahaya ini kian terasosiasi dan semakin kentara di keseharian masyarakat. Faktanya banyak transaksinya ditemui di sekeliling masyarakat.

Di luar cara-cara "lucu", "aneh" dan "ajaib" di atas, peredaran narkoba juga disinyalir sudah memakai teknik canggih dan merambah ke seluruh Indonesia.

Perubahan modus terjadi, para sindikat tidak lagi mengimpor namun sudah membuat pabrik sendiri untuk jenis khusus psikotropika.

Tempo menulis bahwa semuanya benar-benar diatur seapik mungkin. Mulai dari pengadaan bahan baku, peracikan, serta perekrutan orang untuk pembagian tugas hingga barang haram ini sampai di tangan pemadat.

Di luar itu, mulai juga terungkap ada aparat nakal yang terlibat dalam kasus narkoba.

Semua itu menambah besar tantangan pengungkapan kasus narkoba di Indonesia. Yuk! Bantu aparat ungkap kasus narkoba.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

narkoba ganja sabu-sabu

Sumber : Tempo.co

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top