Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bea Cukai & BNN Sergap Kapal Pembawa 73,52 Kg Sabu dan 35.915 Butir Ekstasi

Puluhan kilogram sabu dan ratusan butir ekstasi yang diamankan aparat gabungan berasal dari Malaysia.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 25 Maret 2021  |  12:52 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kanan) bersama Kepala BNN Budi Waseso (kedua kiri), Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi (kanan) dan Kakanwil Bea Cukai Aceh Agus Yulianto (kiri) mengamati barang bukti pada jumpa pers kasus penyeludupan narkotik jenis sabu jaringan Malaysia di Jakarta, Jumat (19/01). - ANTARA/Dhemas Reviyanto
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kanan) bersama Kepala BNN Budi Waseso (kedua kiri), Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi (kanan) dan Kakanwil Bea Cukai Aceh Agus Yulianto (kiri) mengamati barang bukti pada jumpa pers kasus penyeludupan narkotik jenis sabu jaringan Malaysia di Jakarta, Jumat (19/01). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA --  Bea Cukai dan BNN kembali membuahkan hasil dengan mengungkap penyelundupan narkoba oleh anggota jaringan sindikat narkoba dengan modus operandi via jalur laut dari Malaysia ke Aceh. 

Dalam penindakan tersebut, petugas menyita tujuh puluh bungkus sabu seberat 73,52 kg dan sepuluh bungkus ekstasi sebanyak 35.915 butir. Selain itu, petugas juga mengamankan tiga orang anak buah kapal (ABK) berinisial AB, GS, dan MR, juga seorang pengendali jaringan berinisial MUL.

Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Kepabeanan dan Cukai Bea Cukai, Nugroho Wahyu Widodo, dalam konferensi pers yang digelar di Kantor BNN, Kamis (25/3/2021) mengungkapkan kronologi penindakan barang tersebut.

Dia mengatakan bahwa kasus itu bermula pada tanggal 11 Maret 2021 petugas Bea Cukai berkoordinasi dengan BNN akan adanya informasi dugaan pelanggaran di bidang kepabeanan, yaitu penyelundupan narkotika jenis methamphetamine/sabu dari Malaysia.

"Narkotika tersebut diketahui akan dijemput oleh ABK dari Belawan, Sumatera Utara kemudian dibawa menuju Peureulak, Aceh," kata Nugroho, Kamis (25/3/2021).

Mendapat informasi tersebut, Bea Cukai kemudian menindaklanjuti dengan membentuk dua tim gabungan, yaitu Tim Medan yang fokus mencari tahu profil kapal beserta ABK yang digunakan untuk menjemput barang di Malaysia dari Belawan dan Tim Aceh yang mengantisipasi serah terima barang di perairan Peureulak. 

Tim Aceh saat itu mengerahkan armada patroli laut kapal bawah kendali operasi (BKO) BC 20008 dan speedboat BC 15030 milik Bea Cukai Langsa. Dua tim tersebut melakukan pemantauan dan mengantisipasi pergerakan kapal target hingga pada tanggal 16 Maret 2021 dilakukan penyergapan.

“Malam hari tanggal 16 Maret 2021, kami menyergap kapal target dan mengamankan barang bukti beserta tersangka. Kapal target dibawa merapat ke Pelabuhan Langsa, kemudian tiga orang ABK diamankan ke Kantor Bea Cukai Langsa untuk diperiksa secara mendalam,” ungkap Nugroho.

Sebagai tindak lanjut penindakan kapal target di laut, tim darat mulai bergerak untuk mengamankan terduga jaringan tersangka di Medan dan Aceh. Tim Medan bergerak ke daerah Percut, Deli Serdang untuk mengamankan MY yang diduga berperan sebagai pengendali pengiriman. 

Namun, hal tersebut terkendala perlawanan dari massa yang menghadang petugas dengan melempari batu dan genteng, sehingga petugas mundur setelah mendapatkan bukti yang cukup untuk menjadikan MY dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Adapun Tim Aceh berhasil mengamankan tersangka MUL di daerah Sigli, Aceh yang diduga sebagai pengendali ABK,” tambahnya.

Atas penindakan ini Nugroho menilai narkotika merupakan kejahatan lintas negara dan tergolong kejahatan luar biasa. Maraknya kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia, menjadi masalah serius yang harus segera dituntaskan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan lembaga pemerintah, seperti Bea Cukai dan BNN. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bnn Bea Cukai malaysia

Sumber : Siaran Pers

Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top