Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertama Kali Biden Perintahkan Serangan di Suriah, 17 Orang Tewas

Jet tempur AS menjatuhkan tujuh bom presisi dipandu Joint Direct Attack Munition 500-lb dan mengenai tujuh sasaran, termasuk penyeberangan yang digunakan oleh kelompok bersenjata untuk memindahkan senjata melintasi perbatasan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 26 Februari 2021  |  18:34 WIB
Presiden AS Joe Biden di tangga pesawat kepresidenan AS, Jumat (12/2/2021)./Antara - Reuters/Joshua Roberts\\r\\n
Presiden AS Joe Biden di tangga pesawat kepresidenan AS, Jumat (12/2/2021)./Antara - Reuters/Joshua Roberts\\\\r\\\\n

Bisnis.com, JAKARTA--Militer Amerika Serikat mengakui melakukan serangan terhadap fasilitas di Suriah timur yang digunakan oleh milisi yang didukung Iran menyusul serangan roket baru-baru ini di lokasi pasukan AS di Irak.

"Atas arahan Presiden Biden, pasukan militer AS malam ini telah melakukan serangan udara terhadap infrastruktur yang digunakan oleh kelompok militan yang didukung Iran di Suriah timur," ujar juru bicara Pentagon, John Kirby dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Aljazeera.com, Jumat (26/2)

"Serangan ini diotorisasi sebagai tanggapan atas serangan baru-baru ini terhadap personel Amerika Serikat dan Koalisi di Irak, dan ancaman yang sedang berlangsung terhadap personel tersebut," katanya.

Menurut Pentagon, jet tempur AS menjatuhkan tujuh bom presisi dipandu Joint Direct Attack Munition 500-lb dan mengenai tujuh sasaran, termasuk penyeberangan yang digunakan oleh kelompok bersenjata untuk memindahkan senjata melintasi perbatasan.

Kirby mengatakan serangan itu menghancurkan beberapa fasilitas di titik kontrol perbatasan yang digunakan oleh sejumlah kelompok militan yang didukung Iran, termasuk Kata'ib Hezbollah (KH) dan Kata'ib Sayyid al-Shuhada (KSS).

Laporan menyatakan bahwa serangan itu menargetkan pangkalan udara Imam Ali dekat Al Bukamal, sebuah daerah perbatasan dekat Irak.

Lembaga swadaya masyarakat Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan lebih dari 12 orang pejuang pro-Iran tewas.

“Serangan itu menghancurkan tiga truk yang membawa amunisi… Ada banyak korban. indikasi awal adalah bahwa sedikitnya 17 pejuang tewas, semuanya anggota Pasukan Mobilisasi Populer,” ujar direktur SOHR Rami Abdul Rahman.

Kelompok itu mengatakan semua korban tewas berasal dari Hashed al-Shaabi, sebuah organisasi payung yang mencakup KH dan KSS.

Langkah Amerika Serikat itu diambil setelah serangan hampir dua minggu lalu di pangkalan militer utama di dalam bandara di Erbil, yang menewaskan satu kontraktor sipil asing dan melukai sedikitnya sembilan lainnya, termasuk seorang tentara Amerika.

Pasukan asing yang dikerahkan sebagai bagian dari koalisi pimpinan AS yang telah membantu Irak melawan kelompok bersenjata ISIL (juga dikenal sebagai ISIS) sejak 2014, ditempatkan di lokasi tersebut.

Sebuah kelompok bayangan yang menamakan dirinya Awliya al-Dam atau Penjaga Darah mengaku bertanggung jawab atas serangan itu dan mengatakan akan terus menyerang "pendudukan" pasukan Amerika Serikat di Irak.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suriah amerika serikat
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top