Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ternyata, Ini Penyebab Spesimen Covid-19 Anjlok Sepekan Terakhir

Akibat dari pengkinian allrecord-TC19 itu, aplikasi tersebut tidak bisa diakses oleh pengguna mulai dari fasilitas layanan kesehatan, laboratorium, dan dinas kesehatan.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 19 Februari 2021  |  07:56 WIB
Ilustrasi - Petugas medis mengambil sampel swab tenggorokan salah seorang warga dalam pemeriksaan swab massal - ANTARA/Khalis\n\n
Ilustrasi - Petugas medis mengambil sampel swab tenggorokan salah seorang warga dalam pemeriksaan swab massal - ANTARA/Khalis\\n\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Pencatatan spesimen Covid-19 dalam sepekan terakhir anjlok, hanya di kisaran 20.000-an dengan positivity rate harian tinggi sampai mencapai 40 persen. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengaku tengah melakukan perbaikan pada sistem pelaporan.

Mulai 15 Februari 2021 hingga saat ini, Kementerian Kesehatan masih melakukan proses pemutakhiran aplikasi allrecord TC19. Hal itu bertujuan meningkatkan kemampuan kinerja aplikasi untuk pencatatan dan pelaporan tes Covid-19.

“Proses pemeliharaan sistem sampai dengan saat ini masih berlangsung, sehingga selama proses tersebut berlangsung, pengguna aplikasi mengalami hambatan dalam melakukan akses ke aplikasi tersebut,” ujar Anas Maruf, Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan, mengutip keterangan resmi Kemenkes, Jumat (19/2/2021).

Akibat dari pengkinian allrecord-TC19 itu, aplikasi tersebut tidak bisa diakses oleh pengguna mulai dari fasilitas layanan kesehatan, laboratorium, dan dinas kesehatan.

Hal itu menyebabkan data kasus konfirmasi, kasus sembuh, dan kasus meninggal dilaporkan secara berjenjang dan secara manual.

Sedangkan, data Jumlah spesimen yang diperiksa, jumlah orang yang diperiksa dan jumlah hasil negatif pemeriksaan RT-PCR yang biasanya diambil dari allrecord-TC19 tidak memiliki data.

“Sehingga tidak bisa dihitung positivity rate yang benar,” imbuh Anas.

Kementerian Kesehatan sempat tidak mengeluarkan angka spesimen dan positivity rate harian pada 17 Februari 2021.

“Diharapkan proses pemeliharaan aplikasi dapat segera selesai dan aplikasi berjalan normal sehingga bisa digunakan kembali oleh pengguna,” tambah Anas.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes Covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top