Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ahok Curhat tentang Diskriminasi Etnis Tionghoa dan PDI P

Ahok mengaku banyak mendapatkan diskriminasi karena agama dan etnisnya saat mendampingi Joko Widodo sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 12 Februari 2021  |  18:26 WIB
Basuki Tjahaja Purnama. JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Basuki Tjahaja Purnama. JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA - Politikus PDI-P Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan dirinya selalu mendapat dukungan dari Ketua Umum PDI-P Megawati saat mendampingi Joko Widodo di Balai Kota DKI Jakarta di tengah penolakan berbagai pihak.

Kondisi itu terjadi ketika dia mendapatkan beragam diskriminasi dari publik. Dia mengakui banyak orang tidak setuju dengan pencalonannya mendampingi Joko Widodo sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

“Oleh karena kalau saya akan menurunkan nilai dari Pak Jokowi karena saya keturunan Tionghoa. Agama saya juga bukan yang mayoritas, tetapi Bu Mega memutuskan tidak, Bu Mega cari yang bisa kerja,” katanya dalam acara Imlekan Bareng Banteng pada Jumat (12/2/2021).

Penolakan juga terjadi saat dirinya mencalonkan kembali menjadi Gubernur DKI Jakarta setelah Jokowi ke istana. Menurutnya, banyak sekali orang yang memintanya mundur.

“Supaya saya tidak mengganggu keharmonisan dalam tanda kutip,” ungkapnya.

Namun demikian, dia tetap mendapat dukungan dari Megawati.

“[Kata Mega] saya memilih Ahok untuk maju karena bisa kerja, terbukti. Ini bukti konkret dari negarawan,” katanya.

Menurutnya, hal tersebut membuktikan bahwa PDI-P adalah rumah besar kaum nasionalis, dan memperjuangkan kepentingan semua anak bangsa tanpa membedakan suku, agama, ras, dan antar golongan.

“Jabatan tidak penting. Buat apa jadi ketua kalau tidak bisa memperjuangkan dan mewujudkan ini semua. Itu yang saya pilih,” ungkapnya.

Ahok resmi menjadi kader PDI-P sejak Februari 2019 setelah independen selama 5 tahun. Sebelumnya, Ahok juga pernah menjadi anggota Gerindra, Golkar, dan Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PPIB).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi megawati pdip ahok
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top