Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dear Pak Jokowi, Wilayah Ini Kekurangan Laboratorium RT PCR

Juru Bicara Pemerintah terkait vaksinasi Covid- 19 Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan sejumlah wilayah memiliki laboratorium dalam jumlah terbatas seperti Jawa Tengah, Jawa Timur dan wilayah timur Indonesia.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 11 Februari 2021  |  22:23 WIB
Dear Pak Jokowi, Wilayah Ini Kekurangan Laboratorium RT PCR
Ilustrasi - stimewa\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan mengakui sejumlah wilayah mengalami keterbatasan laboratorium untuk pemeriksaan sampel Covid-19 menggunakan metode RT PCR maupun TCM.

Juru Bicara Pemerintah terkait vaksinasi Covid- 19 Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan sejumlah wilayah memiliki laboratorium dalam jumlah terbatas seperti Jawa Tengah, Jawa Timur dan wilayah timur Indonesia.

“Kondisi ini hampir terjadi bahkan di Jateng itu tidak semua kabupaten kota yang memiliki laboratorium PCR. Jadi bukan hanya di daerah kawasan timur Indonesia, tetapi bahkan di Jateng, Jatim keterbatasan akses pemeriksana PCR masih kendala,” katanya saat dialog virtual, Kamis (11/2/2021).

Kondisi ini, lanjutnya menjadi penghalang untuk mengetahui laju penularan kasus Covid-19 di masyarakat. Apalagi pemerintah ingin meningkatkan angka pemeriksaan sampel Corona.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) kemudian merekomendasikan rapid test antigen dapat digunakan sebagai pemeriksaan diagnosis konfirmasi Covid-19. Keputusan ini disambut baik meski WHO tetap menjadikan pemeriksaan dengan metode RT PCR sebagai standar pemeriksaan Covid-19.

“Tentunya berita baik seperti ini kita punya alat laboratorium yang sangat membantu artinya agar kita bisa mendeteksi secara cepat dan tentunya bukan hanya mendeteksi tetapi melakukan pelacakan kontak di kasus sekitarnya,” tuturnya.

Di sisi lain, dia mengingatkan bahwa proses pelacakan atau tracing memerlukan kerja sama masyarakat. Kondisi ini menurut Nadia tidak mudah. Keterbukaan masyarakat disebut menjadi salah satu kendala lain.

“Misalnya orang yang pernah kita temui positif kita juga harus terbuka dan mau dilakukan tes supaya betul-betul kita bisa mengetahui, menangani dini dan mengendalikan pandemi ini,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Rapid Test
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top