Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

WHO Ungkap 3 Varian Baru Covid-19 Ini Tersebar di Puluhan Negara

Saat ini sudah 31 negara di enam wilayah WHO telah melaporkan penyebaran varian 501Y.V2, yang merupakan turunan varian B.1.351.
Sel virus corona/Istimewa
Sel virus corona/Istimewa

Varian 501Y.V2 dan Varian P.1

2. Varian 501Y.V2, turunan B.1.351

Saat ini sudah 31 negara di enam wilayah WHO telah melaporkan penyebaran varian ini. Di Afrika Selatan kasus dengan varian tersebut tengah naik sejak awal November 2020 dan memuncak pada Januari 2021. Namun, 2 pekan ke belakang telah dilaporkan menurun.

Studi laboratorium terbaru terhadap sejumlah pasien yang menggunakan virus semu dan virus hidup yang dilemahkan dari Afrika Selatan telah menunjukkan bahwa varian 501Y.V2 kurang rentan terhadap netralisasi antibodi.

Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah varian 501Y.V2 dapat lolos dari respons imun yang didapat dari infeksi sebelumnya, temuan ini meningkatkan kekhawatiran akan naiknya kejadian terinfeksi virus kembali.

Studi in vitro yang dilakukan terhadap vaksin Moderna mRNA-1273 Covid-19 menunjukkan penurunan titer penetral pada varian 501Y.V2 dibandingkan dengan varian sebelumnya. Namun, titer penetral tetap berada di atas tingkat yang diharapkan dapat melindungi.

Moderna sedang menyelidiki potensi penggunaan dosis penguat tambahan untuk meningkatkan titer penetral terhadap varian ini dan mulai mengevaluasi calon vaksin penguat.

3. Varian P.1, turunan B.1.1.28

Varian ini dilaporkan ada di delapan negara, termasuk yang ditemukan di Brazil saat sekelompok pelancong pergi ke Jepang.

Berdasarkan investigasi awal yang dilakukan di Manaus, Negara Bagian Amazonas, telah terjadi peningkatan proporsi kasus varian P.1, dari 52,2 persen pada Desember 2020 menjadi 85,4 persen pada Januari 2021.

Transmisi lokal tengah menjadi perhatian pada varian ini, meningkatkan kekhawatiran potensi peningkatan penularan atau kecenderungan terinfeksi ulang.

Kendati demikian, masih diperlukan studi lebih lanjut terhadap kemungkinan perubahan cara penularan, keparahan atau aktivitas netralisasi antibodi dengan kemunculan varian baru ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Nindya Aldila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper