Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenristek Kembangkan Alat Uji Efektivitas Vaksin

Alat uji dapat mengukur secara sahih keperluan program revaksinasi atau buster di masa mendatang.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  15:53 WIB
Kemenristek Kembangkan Alat Uji Efektivitas Vaksin
Ilustrasi - Warga antre saat akan melakukan tes cepat (rapid test) COVID-19, di area Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (18/12/2020). - Antara/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan pihaknya tengah mengembangkan test kit atau alat uji antibodi vaksinasi Covid-19.

Rencananya, alat uji itu digunakan untuk mengukur kadar pembentukan antibodi setelah seseorang menerima vaksin Covid-19.

“Untuk mengukur kadar antibodi baik sebelum divaksin atau sesudah divaksin. Karena kita ingin tahu setelah kita divaksin apakah antibodi kita muncul,” kata Bambang dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Riset dan Inovasi 2021 secara virtual, Rabu (27/1/2021).

Menurut Bambang alat uji itu bakal menjadi kebutuhan krusial di dalam program vaksinasi di tahun 2021 dan berikutnya. Alasannya, alat itu dapat mengukur secara sahih keperluan program revaksinasi atau buster di masa mendatang.

“Setelah 6 bulan, setahun, apakah antibodi itu masih ada. Kalau antibodi tidak ada maka harus ada revaksinasi atau buster yang dibutuhkan dan itu kalau ketahuan setelah kita mengembangkan tes kit itu,” tuturnya.

Belakangan, Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tengah bekerja sama dalam pengembangan alat uji antibodi tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenristek bambang brodjonegoro Covid-19
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top