Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Deteksi Strain Virus Covid-19 Baru, Jerman Lakukan Tes Ulang Massal

Jerman akan kembali melakukan tes ulang kepada ribuan orang yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 pekan ini untuk mencari varian baru virus corona.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 26 Januari 2021  |  16:52 WIB
rnPuluhan kursi dan meja di rantai dan terkunci milik sebuah restoran di dekat gerbang Brandenburg saat pemerintah memberlakukan lockdown dalam beberapa bulan terakhir akibat wabah Covid-19 di Berlin, Jerman (2/11/2020). - Antara/Reuters\r\n
rnPuluhan kursi dan meja di rantai dan terkunci milik sebuah restoran di dekat gerbang Brandenburg saat pemerintah memberlakukan lockdown dalam beberapa bulan terakhir akibat wabah Covid-19 di Berlin, Jerman (2/11/2020). - Antara/Reuters\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Jerman berupaya untuk menemukan kemungkinan adanya strain virus Covid-19 baru dengan mengandalkan tes bary yang hasilnya lebih cepat dari sekuensing genom.

Sekitar dua lusin laboratorium di Jerman akan kembali melakukan tes ulang kepada ribuan orang yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 pekan ini untuk mencari varian baru virus tersebut, yang membuat tingkat penularan di Inggris, Afrika Selatan dan Brasil melonjak.

Jerman menggunakan sekitar 100.000 tes PCR yang didesain khusus, yang didonasikan oleh TIB Molbiol Syntheselabor GmbH, perusahaan biotecknologi yang pada 2020 menjadi salah satu pengembang alat pendeteksi Covid-19 di dunia.

Tes terbaru dari perusahaan tersebut, yang jua menggunakan metode diagnostik PCR, telah dikembangkan kembali sehingga bisa mengidentifikasi mutasi pada spike protein virus dan bisa memberikan hasil tes hanya dalam hitungan jam, dibandingkan dengan hasil sekuensing yang perlu menunggu beberapa hari.

“Tujuannya adalah mengidentifikasi kasus-kasus ini dan memungkinkan mengambil kebijakan isolasi lebih ketat lagi. Ini juga untuk membantu pemerintah mengambil kebijakan yang lebih akurat,” kata Olfert Landt, Managing Director TIB, dilansir Bloomberg, Selasa (26/1/2021).

Eropa telah menjadi salah satu titik hotspot global bagi penyebaran virus. Oleh karena itu, Uni Eropa meminta negara-negara anggotanya untuk melacak keberadaan mutasi virus yang lebih berbahaya dengan sekuensing genom.

Adapun, pada pekan lalu Pemerintah Jerman juga menggencarkan aturan kewajiban memakai masker, dan menjadi negara pertama di Eropa yang mewajibkan penggunaan perlindungan medis di tempat belanja dan tempat umum dengan harapan bisa mengendalikan penyebaran strain virus yang lebih berbahaya.

Jerman juga mengkarantina rumah sakit di Berlin setelah setidaknya 20 pekerja dan pasien terdeteksi positif Covid-19 dengan varian virus dari Inggris.

Kepala Staf Kanselir Jerman Helge Braun memperingatkan bahwa mutasi virus kemungkinan bisa menyebar lebih cepat dan pasti akan makin tinggi di Jerman.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Liga Inggris jerman Covid-19
Editor : Edi Suwiknyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top