Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksinolog: Tak Ada Orang Positif Covid-19 karena Divaksin

Penyuntikkan vaksin Covid-19 dilakukan dua kali dan kekebalan baru akan timbul 28 hari setelah suntikan yang kedua.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 25 Januari 2021  |  16:45 WIB
Bupati Sleman Sri Purnomo menjalani vaksinasi Covid-19 seusai meluncurkan program vaksinasi di Puskesmas Ngemplak II pada Kamis (14/1/2021). - Antara
Bupati Sleman Sri Purnomo menjalani vaksinasi Covid-19 seusai meluncurkan program vaksinasi di Puskesmas Ngemplak II pada Kamis (14/1/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Vaksinolog mengatakan bahwa adanya fenomena orang yang positif Covid-19 usai divaksinasi itu bukanlah kesalahan dari vaksinnya.

Hal itu disampakan Vaksinolog Dirga Rambe untuk menanggapi adanya sejumlah kasus orang yang positif Covid-19 usai vaksinasi, salah satunya ialah Bupati Sleman Sri Purnomo.

Dirga menjelaskan bahwa tidak ada satupun merek vaksin yang menyebabkan hasil PCR positif, karena dibuat menggunakan virus yang dimatikan.

"Jadi kalau virus mati tidak akan hidup lagi. Kasusnya [positif] ini mungkin pada saat divaksinasi, dia sudah terinfeksi tapi dalam masa inkubasi," kata Dirga pada Dialog Kominfo, Senin (25/1/2021).

Dirga menjelaskan, penyuntikkan vaksin Covid-19 dilakukan dua kali dan kekebalan baru akan timbul 28 hari setelah suntikan kedua. Selama menantikan kemunculan kekebalan itu orang yang sudah divaksin masih berpotensi terpapar Covid-19.

Adapun, cara kerja vaksin yakni setelah vaksin disuntik, tubuh akan mengenali komponen virus yang masuk. Tubuh akan melawan dengan mengaktifkan sel-sel radang dan memunculkan antibodi atau pasukan kekebalan.

Selanjutnya, tubuh akan mengingat virus yang masuk tersebut, sehingga orang yang sudah divaksin ketika terpapar sudah punya kekebalannya.

Dengan hal itu pula, Dirga menegaskan orang-orang yang sudah pernah terpapar Covid-19 tidak akan divaksin, karena yang sudah sembuh punya kekebalan. Oleh karena itu, vaksin diprioritaskan untuk orang-orang sehat yang belum pernah Covid-19 dan belum kebal.

Selama menantikan vaksiansi, Dirga mengimbau masyarakat untuk menjaga dan memaksimalkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksinasi Virus Corona Covid-19 Vaksin Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top