Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenkes: Hampir Tak Mungkin Positif Covid-19 Karena Vaksin Sinovac

Hal itu ditegaskan terkait dengan kasus terpapar Bupati Sleman Sri Purnomo oleh Covid-19 setelah divaksin virus Corona pada pekan lalu.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 22 Januari 2021  |  13:38 WIB
Bupati Sleman Sri Purnomo mengumumkan bahwa dirinya positif terpapar virus Corona atau Covid-19. Dia mengumumkan hal itu melalui akun instagram resminya, sripurnomosp, Kamis (21/1/2021) - tangkapan layar Instagram/@sripurnomosp
Bupati Sleman Sri Purnomo mengumumkan bahwa dirinya positif terpapar virus Corona atau Covid-19. Dia mengumumkan hal itu melalui akun instagram resminya, sripurnomosp, Kamis (21/1/2021) - tangkapan layar Instagram/@sripurnomosp

Bisnis.com, JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi menegaskan bahwa vaksin Sinovac tidak menjadi penyebab Bupati Sleman Sri Purnomo positif virus Corona.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes ini pun menjelaskan bahwa hampir tidak ada kemungkinan vaksin menyebabkan infeksi virus. Pasalnya, vaksin berisi virus mati atau tidak aktif.

"Vaksin Sinovac adalah vaksin berisi virus mati atau inactivivated, jadi hampir tidak mungkin, menyebabkan seseorang terinfeksi," jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (22/1/2021).

Berdasarkan kronologi positifnya Bupati Sleman, Siti Nadia menilai sangat terbuka kemungkinan Sri Purnomo telah terpapar Covid-19, tetapi belum bergejala. 

Menurutnya, secara alamiah waktu antara paparan dan munculnya gejala sedang dan tinggi adalah sekitar 5 - 6 hari. Sri Purnomo, jelasnya, divaksin pada 14 Januari 2021, sedangkan dinyatakan positif dengan hasil swab PCR pada 20 Januari 2021.

"Jika melihat sequence waktunya, sangat mungkin pada saat Bupati divaksin beliau dalam masa inkubasi, di mana sudah terpapar virus tapi blm bergejal," jelasnya.

Terpisah, Bupati Sleman Sri Purnomo meyakini infeksi Covid-19 yang dialaminya tidak disebabkan vaksinasi. "Saya meyakini hasil swab (pemeriksaan spesimen usap saluran napas) positif ini bukan dari vaksin yang saya terima," jelasnya seperti dilansir Antara, Jumat (22/1/2021).

Dia mengemukakan, bahwa vaksin dibuat dari virus yang telah dilemahkan atau dimatikan, sehingga dia yakin tidak terserang Covid-19 karena menjalani vaksinasi"Jadi, saya pasti tertular Covid-19 bukan dari vaksin. Kalau baru satu kali vaksin, kekebalan saya belum sepenuhnya terbentuk," katanya.

Adapun, dilansir Harian Jogja, Pemerintah Kabupaten Sleman memulai vaksinasi Covid-19 perdana pada Kamis (14/1/2021). Pelaksanaan program tersebut berlangsung di Puskesmas Ngemplak II dan dibuka secara resmi oleh Bupati Sleman Sri Purnomo.

Dalam pelaksanaanya, vaksin pionir di Kabupaten Sleman menyasar kepada 10 orang yang merupakan perwakilan dari berbagai unsur termasuk Sri Purnomo.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sleman Virus Corona Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top