Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Viral Video Pengungsi Mamuju Tolak Pindah ke Stadion Mankarra

Para pengungsi yang menolak direlokasi beralasan, hal itu dilakukan hanya karena Presiden berkunjung, dan setelahnya akan dikembalikan ke tempat sebelumnya.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  18:32 WIB
Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono memberikan keterangan kepada wartawan seusai mengikuti pelantikan di Gedung Setneg, Jakarta, Kamis (20/7). - ANTARA/Wahyu Putro A
Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono memberikan keterangan kepada wartawan seusai mengikuti pelantikan di Gedung Setneg, Jakarta, Kamis (20/7). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono mengungkapkan alasan pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta para pengungsi korban gempa di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) untuk pindah ke pengungsian di Stadion Manakarra.

“Di stadion sudah ada dapur umum , tim medis dan tenda yang layak, sehingga memudahkan [dalam] membagikan bantuan, bisa diberikan bantuan obat obatan, cek kesehatan sehingga pelayanan lebih mudah dan terpadu. Intinya untuk masyarakat agar terlayani semuanya,” katanya kepada awak media, Rabu (20/1/2021).

Adapun, di Twitter beredar video penolakan pengungsi di Mamuju direlokasi ke Stadion Manakarra menjelang kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Para pengungsi yang menolak direlokasi beralasan, hal itu dilakukan hanya karena Presiden berkunjung, dan setelahnya akan dikembalikan ke tempat sebelumnya.

Dalam kunjungannya ke Sulbar, Presiden Jokowi mengunjungi sejumlah titik seperti kantor gubernur Sulbar yang rusak berat, tempat pengungsian dan rumah warga yang terdampak gempa dan korban.

Usai kunjungan itu, Presiden berjanji akan menyalurkan bantuan bagi korban dengan kondisi rumah rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan.

“Untuk rumah penduduk yang roboh pemerintah akan membantu untuk yang rusak berat Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta dan rusak ringan, retak-retak Rp10 juta,” katanya pada Selasa (19/1/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi gempa
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top