Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pekerja Positif Covid-19, Top Glove Lakukan Screening Massal

Perusahaan mengatakan kini tengah memantau dengan cermat situasi dan terus berdiskusi dengan tim manajemen mengenai perkembangan semua karyawan yang terlibat.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 17 Januari 2021  |  13:49 WIB
Aktivitas produksi sarungan tangan di pabrik  Top Glove Corp, Setia Alam, Malaysia. Fotografer: Samsul Said  -  Bloomberg
Aktivitas produksi sarungan tangan di pabrik Top Glove Corp, Setia Alam, Malaysia. Fotografer: Samsul Said - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Produsen sarung tangan karet terbesar di dunia, Top Glove Corp., melakukan melakukan screening massal kepada pekerja setelah beberapa di antaranya di Malaysia dinyatakan positif Covid-19.

Dilansir Bloomberg pada Sabtu (16/1)perusahaan kini tengah memantau dengan cermat situasi dan terus berdiskusi dengan tim manajemen mengenai perkembangan dan semua karyawan yang terlibat.

Produsen asal Malaysia ini berusaha untuk menghindari terulangnya kejadian tahun lalu ketika pihak berwenang menutup sementara 28 pabriknya setelah lebih dari 4.000 pekerja dinyatakan positif.

Pemerintah pada bulan Desember mengakhiri lockdown 28 hari di asrama pekerja Top Glove setelah laju infeksi menurun.

Semua karyawan di pabrik Top Glove di Port Dickson diperiksa pada Kamis (14/1), dan karyawan yang positif Covid-19 saat ini tengah menjalani karantina. Top Glove mengatur agar karyawan di pabriknya di Klang menjalani pemeriksaan massal, sedangkan contact tracing kini tengah dilakukan di dua pabrik di Kulim dan Shah Alam.

Malaysia tengah berjuang untuk menahan gelombang baru infeksi yang dipicu oleh pemilihan lokal pada bulan September. Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah mengumumkan keadaan darurat pada 12 Januari lalu, sementara pemerintah telah menerapkan lockdown di sebagian besar negara bagian selama dua minggu.

Kementerian Kesehatan Malaysia melaporkan 4.029 kasus baru virus corona pada Sabtu (16/1), sehingga jumlah total infeksi menjadi 155.095. Angka ini merupakan rekor kasus harian tertinggi.

Negeri Jiran ini juga mencatat delapan kematian baru, sehingga jumlah korban jiwa akibat virus corona menjadi 594 jiwa.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia Covid-19
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top