Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setelah Libur Tahun Baru, Jumlah Nakes Meninggal Akibat Covid-19 Naik Tajam

Pada tanggal 5 Januari 2021, jumlah korban jiwa sebanyak 540 orang. Ini berarti terjadi penambahan 78 korban jiwa di kalangan tenaga kesehatan dalam 10 hari, atau rata-rata terdapat 7 hingga 8 tenaga kesehatan meninggal tiap harinya.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 17 Januari 2021  |  12:09 WIB
Ilustrasi - Sejumlah tenaga kesehatan membawa peti berisi jenazah di halaman RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (24/9/2020). - Antara/FB Anggoro
Ilustrasi - Sejumlah tenaga kesehatan membawa peti berisi jenazah di halaman RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (24/9/2020). - Antara/FB Anggoro

Bisnis.com, JAKARTA — Koalisi Warga untuk Lapor Covid-19 mencatat sebanyak 618 tenaga kesehatan wafat terinfeksi Covid-19 setelah merawat pasien setelah libur panjang tahun baru.

Bahkan, dalam rentang waktu 5 Januari hingga 14 Januari 2021, tercatat 78 tenaga kesehatan meninggal dunia setelah dinyatakan positif Covid-19.

Data itu dihimpun Lapor Covid-19 sejak Maret 2020 hingga 14 Januari 2021. Adapun tren peningkatan kasus kematian infeksi Covid-19 pada kalangan tenaga kesehatan cenderung meningkat setelah libur akhir tahun 2020 lalu.

“Padahal, pada tanggal 5 Januari 2021, jumlah korban jiwa sebanyak 540 orang. Ini berarti terjadi penambahan 78 korban jiwa di kalangan tenaga kesehatan dalam 10 hari, atau rata-rata terdapat 7 hingga 8 tenaga kesehatan meninggal tiap harinya,” kata Dokter emergency sekaligus relawan Lapor Covid-19 Tri Maharani melalui keterangan tertulis pada Minggu (17/1/2021).

Tri menambahkan tenaga kesehatan yang meninggal relatif lebih tinggi di sejumlah fasilitas layanan primer seperti puskesmas dan klinik.

“Ini menunjukkan, penyebaran wabah yang semakin meluas dan dalam di komunitas, selain juga minimnya proteksi terhadap tenaga kesehatan, termasuk yang bertugas di layanan primer,” kata dia.

Sebelumnya, Survei Kebutuhan Puskesmas CISDI periode Agustus-September 2020, sebanyak 40 persen puskesmas masih kekurangan masker bedah untuk memberikan pelayanan pada pasien dengan gejala Covid-19.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Weningtyas Purnomorini memprediksi fasilitas kesehatan terkait perawatan pasien konfirmasi positif Covid-19 bakal penuh pada 1 Februari 2021 mendatang

Weningtyas beralasan laju penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 di DKI Jakarta tidak dapat disusul oleh peningkatan kapasitas tempat tidur di seluruh rumah sakit rujukan Covid-19.

“Bila tidak dilakukan intervensi maka di Bulan Februari untuk ICU sudah penuh sedangkan untuk isolasi kemungkinan masih bisa bergerak karena kalau kita tambah dari beberapa rumah sakit baru,” kata Weningtyas dalam Rapat Koordinasi bersama dengan Kemenkes secara virtual pada Rabu (6/1/2021). 

Weningtyas mengatakan jumlah keseluruhan tempat tidur di rumah sakit DKI Jakarta sebanyak 24.498. Saat ini, menurut dia, jumlah tempat tidur yang telah dikonversi menjadi perawatan khusus untuk pasien konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 8.085. 

“Tentu saja pasien non-Covid-19 harus kita perhatikan, sehingga mungkin hanya separuhnya [dikonversi] untuk Covid-19 kecuali dengan ketentuan lain bahwa 30 persen non-Covid-19 dan 70 persen Covid-19 seperti bulan April lalu pada saat PSBB Ketat,” kata dia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tenaga kesehatan Covid-19
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top