Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Beda dengan Jokowi, Suntik Vaksin Covid-19 Perdana di Turki Bukan Erdogan

Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca menjadi orang pertama yang menerima vaksin Sinovac di negara tersebut
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 14 Januari 2021  |  11:23 WIB
Menkes Turki sedang disuntik Vaksin Covid/19
Menkes Turki sedang disuntik Vaksin Covid/19

Bisnis.com, JAKARTA -Turki telah menyetujui penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) vaksin Covid-19 Sinovac, China.

Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca menjadi orang pertama yang menerima vaksin Sinovac di negara tersebut.

Dia menerima suntikan pertama CoronaVac pada Rabu 13 Januari 2021 setelah mengumumkan rencana untuk mulai menyuntikkannya secara nasional pada hari Kamis.

Waktu vaksinasi massal ini, berbarengan dengan di Indonesia. Namun yang berbeda, di Indonesia Presiden Jokowi menjadi orang pertama yang disuntik vaksin.

Sedangkan di Turki yang pertama adalah menteri Kesehatannya, sedangkan Presiden Erdogan tidak dijadwalkan ikut disuntik perdana.

"Setiap orang harus divaksinasi karena itu satu-satunya cara untuk menyingkirkan pandemi ini," kata Koca dalam komentar yang disiarkan televisi dilansir dari Daily Sabah.

Turki mengatakan bulan lalu bahwa pengujian domestik awal menunjukkan kemanjuran 91,25 persen untuk CoronaVac.

Tetapi uji coba di Brasil menunjukkan tingkat kemanjuran sekitar 50 persen, atau jauh lebih rendah daripada hasil uji klinis saingannya yakni Moderna, Pfizer-BioNTech dan Oxford-AstraZenica.

Sementara itu, uji coba ketiga di Indonesia menunjukkan kemanjuran 65,3 persen.

"Ini vaksin yang aman. Studi keamanannya sudah selesai," kata Koca tanpa merinci.

Turki telah menandatangani 50 juta dosis CoronaVac. Dua puluh juta dari mereka akan tiba pada akhir bulan.

Turki juga diharapkan menerima 4,5 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech pada akhir Maret, meskipun negosiasi masih berlangsung.

Vaksinasi akan dimulai dengan 1,1 juta pekerja kesehatan Turki sebelum berlanjut ke mereka yang berusia 65 tahun atau lebih dan orang-orang dengan penyakit kronis.

Saat ini, jumlah kematian harian di Tukri akibat virus corona, turun kembali menjadi di bawah 200 setelah memberlakukan lockdown akhir pekan dan pembatasan harian lainnya pada bulan November.

Negara berpenduduk 83 juta orang itu telah mencatat 23.325 kematian akibat Covid-19 dan lebih dari 2,3 juta terinfeksi virus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krisis turki Vaksin Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top