Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Simak Ketentuan Baru Melakukan Perjalanan Selama PPKM

ada beberapa perubahan ketentuan perjalanan yang berlaku, sesuai Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang ditetapkan 9 Januari 2021 lalu.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 14 Januari 2021  |  11:02 WIB
Petugas Satpol PP Kota Semarang menutup tempat usaha yang melanggar ketentuan PPKM, Rabu (13/1/2021). JIBI - Bisnis/ Muhammad Faisal Nur Ikhsan
Petugas Satpol PP Kota Semarang menutup tempat usaha yang melanggar ketentuan PPKM, Rabu (13/1/2021). JIBI - Bisnis/ Muhammad Faisal Nur Ikhsan

Bisnis.com, JAKARTA - Bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali, ada beberapa perubahan ketentuan perjalanan yang berlaku.

Ketentuan ini terdapat dalam Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang ditetapkan 9 Januari 2021 lalu.

Dikutip dari surat edaran tersebut pada Kamis (14/1/2021), berikut beberapa ketentuan perjalanan yang berlaku untuk daerah Jawa-Bali:

Pengetatan protokol kesehatan perjalanan orang yang perlu dilakukan berupa:
1. Penggunaan masker wajib dilakukan dengan benar menutupi hidung dan mulut.
2. Jenis masker yang digunakan oleh pelaku perjalanan adalah masker kain 3 lapis atau masker medis.
3. Tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan dengan moda transportasi umum darat, laut, perkeretaapian, dan udara.
4. Tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan penerbangan bagi perjalanan yang kurang 2 jam, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat dalam rangka pengobatan yang tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut.

Perjalanan ke Pulau Bali:
1. Menggunakan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan atau hasil non reaktif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia
2. Pengguna transportasi darat pribadi atau umum wajib menunjukkan surat hasil negatif tes RT-PCR atau nonreaktif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC.

Perjalanan dari dan ke Pulau Jawa serta di dalam Pulau Jawa berlaku:
1. Akan dilakukan tes acak rapid antigen bila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah untuk yang berpergian dengan moda transportasi umum darat.
2. Bagi Anda yang melakukan perjalanan dengan moda transportasi udara maka wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam atau hasil nonreaktif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.
3. Bagi Anda yang menggunakan moda transportasi laut maka wajib untuk menunjukkan hasil negatif RT-PCR atau nonreaktif rapid test antigen dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan
4. Sementara untuk Anda yang akan melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi dihimbau untuk melakukan RT-PCR atau rapid test antigen.
5. Selain itu pengisian e-HAC juga wajib dilakukan untuk Anda yang sedang melakukan perjalanan baik dengan moda transportasi umum maupun pribadi, kecuali bagi moda transportasi kereta api.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Adaptasi Kebiasaan Baru PPKM
Editor : Lukas Hendra TM
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top