Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Begini Ragam Reaksi Relawan Vaksin Covid-19

Peneliti mencatat sejumlah reaksi vaksin Covid-19 berdasarkan hasil uji klinis tahap 3 di Bandung, Jawa Barat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Januari 2021  |  16:17 WIB
Kemasan vaksin Covid-19 diperlihatkan di Command Center serta Sistem Manajemen Distribusi Vaksin (SMDV), Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/1/2021). ANTARA FOTO - M Agung Rajasa
Kemasan vaksin Covid-19 diperlihatkan di Command Center serta Sistem Manajemen Distribusi Vaksin (SMDV), Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/1/2021). ANTARA FOTO - M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA -- Peneliti mencatat sejumlah reaksi vaksin Covid-19 berdasarkan hasil uji klinis tahap 3 di Bandung, Jawa Barat. Reaksi tersebut dibagi ke dalam beberapa klasifikasi. 

Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Sinovac dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Kusnandi Rusmil mengatakan bahwa potensi reaksi ada yang berasal dari vaksin, kepekaan terhadap unsur vaksin, juga bukan efek langsung dari vaksin. Reaksi vaksin termasuk dalam klasifikasi lapangan yang dipakai dalam pencatatan dan pelaporan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

“Reaksi vaksin kemungkinan biasanya reaksi alergi terhadap zatnya,” kata Kusnandi dalam acara webinar tentang pengetahuan vaksin Covid-19 bagi tenaga kesehatan yang digelar Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran, Sabtu, 9 Januari 2020.

Menurut Kusnandi, juga ada reaksi yang masuk dalam klasifikasi lain, yakni kesalahan pelaksanaan atau prosedur imunisasi, reaksi suntikan, dan kejadian kebetulan. Adapun reaksi vaksinasi yang berpotensi dari vaksin, seperti efek farmakologi, efek samping, interaksi obat, intoleransi, dan reaksi idiosinkrasi atau abnormal.

Sementara itu reaksi vaksin terkait kepekaan tubuh terhadap unsur vaksin, bisa dari faktor genetik, dan reaksi alergi terhadap protein telur, antibiotik, bahan preservative, dan unsur lain. Adapun reaksi vaksin yang tidak langsung berasal dari kesalahan teknik pembuatan, pengadaan, distribusi, dan penyimpanan vaksin, serta kesalahan prosedur dan teknik pelaksanaan vaksinasi.

Saat ini vaksin Covid-19 dari Sinovac telah mendapatkan cap halal dan izin edar darurat dari BPOM. Dengan demikian vaksin tersebut telah dinyatakan aman oleh pemerintah untuk digunakan dalam rangka menekan penyebaran virus Corona. 

Sebelumnya Juru Bicara Vaksin Covid-19 PT Bio Farma Bambang Herianto mengatakan vaksin Sinovac mengandung virus yang sudah dimatikan. Kandungan lainnya dalam cairan vaksin itu adalah alumunium hidroksida untuk meningkatkan kemampuan vaksin, juga larutan fosfat, dan larutan garam atau natrium klorida (NaCL).

Bambang juga mengatakan vaksin Sinovac tidak menggunakan pengawet, atau merkuri. Pemerintah berencana menggelar imunisasi massal menggunakan vaksin Sinovac untuk menangkal Covid-19, diawali dengan suntikan pertama kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Kusnandi sebelumnya mengungkapkan, sekitar 20 persen relawan yang diimunisasi mengalami demam. Panas tubuhnya ada yang demam hingga lebih dari 37,5 derajat Celsius, tapi kemudian mereda dalam dua hari. “Hilang sendiri tapi pas demam ada juga yang minum parasetamol,” katanya Jumat.

Menurut Kusnandi, dampak itu seperti imunisasi umumnya pada anak-anak. Sakit panas diberi obat parasetamol. Kemudian relawan yang nyeri dan bengkak di tempat suntikan, sembuh dalam 1-2 hari. “Terjadi baik pada suntikan pertama dan kedua yang jaraknya dua minggu,” ujarnya.

Dampak sakit seperti itu, Kusnandi mengatakan, biasanya individual. Sejauh ini dari hasil data yang diperoleh tim, keamanan vaksin dikatakan aman. “Karena tidak terjadi hal-hal yang merugikan daripada subjek lebih daripada demam itu.”

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Vaksin Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru

Sumber : Tempo

Editor : Muhammad Khadafi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top