Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid-19 Melonjak, Jokowi: Beruntung, Indonesia Tak Sampai Lockdown

Jokowi menyatakan meski Indonesia tidak menerapkan lockdown, tetapi dilakukan pembatasan kegiatan masyarakat untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 08 Januari 2021  |  14:33 WIB
Presiden Joko Widodo saat membuka rapat terbatas mengenai Penanganan Pandemi Covid-19 dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi di Istana Negara, Rabu (6/1 - 2021) / Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo saat membuka rapat terbatas mengenai Penanganan Pandemi Covid-19 dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi di Istana Negara, Rabu (6/1 - 2021) / Youtube Sekretariat Presiden

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan bahwa krisis akibat pandemi Covid-19 tidak hanya dirasakan oleh Indonesia saja, tetapi juga dialami oleh 215 negara lainnya di dunia.

Meskipun demikian, Jokowi menyatakan bahwa kondisi Indonesia masih lebih beruntung jika dibandingkan beberapa negara lainnya yang menerapkan lockdown untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

"Kita ini kalau saya lihat alhamdulillah masih beruntung tidak sampai lockdown, kalau di negara lain kayak di eropa itu lockdown dan tidak hanya sebentar. Nggak hanya sebulan tapi bisa sampai tiga bulan, bahkan tiga hari yang lalu di London, Inggris lockdown lagi, Bangkok lockdown, Tokyo statusnya darurat," kata Jokowi dalam acara penyaluran Bantuan Modal Kerja kepada pelaku UMKM di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/1/2021).

Jokowi menyatakan meski Indonesia tidak menerapkan lockdown, tetapi dilakukan pembatasan kegiatan masyarakat untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

"Kita di sini meskipun dibatasi dengan protokol kesehatan yang ketat, tetapi masih bisa beraktivitas dan menjalankan usaha," ujarnya.

Lebih lanjut, Jokowi berharap agar para pelaku usaha tetap dapat mempertahankan usahanya meskipun menghadapi situasi yang sulit akibat pandemi Covid-19.

Kepala Negara berharap kondisi bisa berangsur normal setelah dilakukan vaksinasi yang bakal dimulai pada pekan depan. Jokowi juga kembali memastikan bahwa dirinya akan menjadi yang pertama disuntik vaksin Covid-19.

"Saya nanti yang akan disuntik pertama, nanti juga didahului dokter-dokter dan perawat, kemudian diikuti masyarakat lainnya," ungkapnya.

Seperti diketahui, Jokowi dijadwalkan akan disuntik vaksin Covid-19 buatan Sinovac pada Rabu pekan depan (13/1/2021). Proses vaksinasi Presiden akan disiarkan secara langsung oleh sejumlah media nasional.

Adapun, berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, kasus konfirmasi positif Covid-19 nasional pada Kamis (7/1/2021) mencatat rekor tertinggi yaitu bertambah 9.321 orang sehingga totalnya menjadi 797.723 orang.

Untuk kasus sembuh, bertambah 6.924 orang sehingga totalnya menjadi 659.437 pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh, sedangkan kasus meninggal bertambah 224 orang sehingga totalnya menjadi 23.520 orang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Virus Corona Covid-19 Lockdown Vaksin Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top